Perjalanan ke Guest House Jampit, si Rumah Cantik Pemukau Mata


Petualangan

Mia Ayu Safitri
30 September Pukul 13:09

Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia
Rumah Jampit
Budget : Rp. 15.000
Berkeliling, Berfoto, Belajar sejarah


Remaja Hitz Bondowoso mana sih yang tidak tahu rumah pemukau mata ini? Yups, Guest House Jampit atau biasa disebut "Rumah Jampit". Konon katanya rumah cantik ini dahulu merupakan tempat penginapan Belanda yang dibangun pada tahun 1927, jadi tak heran juga banyak wisatawan mancanegara berbondong- bondong untuk mengunjungi tempat ini. Eitss.... jangan terburu-buru dulu untuk langsung datang kesana, banyak sekali hal yang perlu diperhatikan khususnya yaitu mental dan hati. Bagaimana tidak? Dari pertama masuk kawasan kebun kopi, Bondowoso, akses yang dilalui sudah rusak. Apalagi saya datang dari Banyuwangi dan harus melewati jalanan Ijen yang berliku-liku. Bisa membayangkan sendiri bagaimana penatnya seluruh badan.

KAWAH WURUNG
Oke saya akan menceritakan perjalanan saya dan teman-teman menuju Rumah Jampit. Setelah melewati Ijen, barulah memasuki kawasan Kawah Wurung dimana jalanan yang harus dilewati yaitu bebatuan tajam dan disitulah mental sepeda motor yang kami tunggangi harus diuji. Rasa lelah terbayarkan ketika melihat hamparan bukit hijau kecoklatan sejauh mata memandang. Apalagi lekukan kawah yang terlihat sangat jelas nan indah. Tak mau melewatkan moment ini kami berhenti sejenak untuk melepas lelah dan berselfie. oh ya, tiket masuk ke kawasan ini hanya Rp 3.000 rupiah saja.
Untuk mengejar waktu, kami melanjutkan perjalanan melewati kawah wurung, kondisi jalan sudah banyak berubah, namun jalanan yang sempit mengharuskan kami untuk bergantian salip menyalip agar kendaraan dari arah berlawanan dapat melintas begitu pula kami. Disepanjang jalan saya takjub dengan perbukitan yang berjajar dengan hamparan bukit hijau dan warna warni bunga liar yang tumbuh sepanjang jalan, sungguh Wow sekali. Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan foto perbukitan tersebut.

KEBUN KOPI
Dalam perjalanan ke Jampit, kami disuguhi oleh pemandangan perkebunan kopi yang luas dengan biji-biji kopi berwarna merah dan hijau yang membuat saya ingin sekali memetiknya. Aroma dari pohon kopi pun sangat terasa dan tercium yang membuat kami ingin menyeduh kopi untuk menghangatkan badan, karna saat itu sedang musim hujan.

RUMAH JAMPIT
Setelah sekian lama dan jauh perjalanan, tibalah kami di dusun Jampit. Dari kejauhan pun sudah terpampang rumah yang menawan dan sangat terlihat jelas arsitektur bergaya Belanda itu. sebelum memasuki area, kami membeli tiket dengan harga Rp 6000 per orang.
Setelah itu kami masuk dan awalnya muka saya yang lusuh seolah-olah kembali segar karna melihat hijaunya tanaman dan pepohonan serta warna warni bebungaan.
Disana kami langsung mengeluarkan senjata kami yaitu kamera, dan kami berfoto di banyak tempat seperti diatas pohon yang memang sudah disediakan tempat untuk selfie, di taman sekitar Rumah Jampit.
Saya juga memperoleh informasi bahwa jika kita merasa lelah karna perjalanan yang jauh dan enggan pulang, boleh kok menginap di Rumah Jampit tapi kita juga harus membayar sebesar 2 juta rupiah sesuai dengan fasilitas dan sensasinya. :)


Saran buat yang pengen coba

jika ada yang pengen mengunjungi Rumah Jampit ini saya anjurkan untuk membawa bekal atau makanan dari rumah karna disana tidak ada orang jualan, dan jangan buang sampah sembarangan ya!! :)


Hashtag

#trip


Join our community or log in now to start posting replies!

Komentar






Post Terkait








Hapus Komentar

Kamu yakin akan menghapus komentar ini?