Mengenal Wisata Cultural Banyuwangi "kebo-keboan"


Budaya

Septining Tyas Asih
23 September Pukul 19:33

Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia
Alas Malang
Budget : Rp. 5.000
mempelajari Budaya Banyuwangi


Warga banyuwangi, siapa sih yang tidak mengenal adat tahunan yang sangat kental dengan kemistisannya yaitu kebo-keboan? Sebenarnya apasih kebo-keboan itu? Bagaimana sih asal-usulnya? Pasti banyak yang masih penasaran. Mari kita ulas bersama, kebo-keboan atau Keboan adalah salah satu kebudayaan yang masih dilestarikan dan dilaksanakan tiap tahunnya, tepatnya didesa alasmalang krajan. Kebo-keboan sudah mulai dilaksanakan pada masa nenek moyang kita, tepatnya saat terjadi gagal panen besar-besaran didesa alasmalang kabupaten Banyuwangi tersebut. Kemudiaan salah satu warganya berfikir untuk bertapa dan mencari wangsit hingga mendapat penglihatan agar semua warga melakukan sukurn dan melaksanakan ritual keboan dengan menggunakan dewi Sri (dewi padi) sebagai simbol berkah dan kesuburan. Dan masih di peringati tiap tahunnya hingga sekarang.
Kebo-keboan biasanya dilaksanakan pada bulan suro (dalam hitungan bulan jawa) tiap tahunnya tepatnya didesa krajan Alasmalang. Acara keboan dimulai sekitar pukul 6 pagi, warga sekitar sudah membersihkan dan menghias desa, menyiapkan peras, cangkul, berbagai hasil alam seperti (kelapa,padi,jagung,dll), memasak dan menyiapkan tumpeng untuk syukuran (selametan) sebelum acara keboan dimulai. Tepat pukul 6 warga sekitar berkumpul dan melaksanakan selametan dengan makan ancak dan berdoa bersama.kemudian mereka menyiapkan para warga pria dengan dandanan tubuh berwarna hitam dengan oli maupun arang menyerupai kebo dan mendoainya dengan mantra-mantra khusus. setelah semua siap mereka melakukan ider bumi mengelilingi dusun krajan mulai dari petaunan menuju bendungan. Dengan para peserta ider bumi yaitu; para keboan yang sudah dimantrai, para sesepuh desa dn beberapa petani yang memegangi keboannya masing-masing, barongan khas Banyuwangiyang di awali oleh dewi Sri sebagai simbolnya.
Mulainya ider bumi ditandai dengan dibukanya bendungan yang mengaliri selokan disepanjang dusun krajan Alasmalang. Saat semua peserta ider bumi sampai disawah maka dimulailah ritual dewi Sri menaburkan benih-benih padi kemudian para petani memperebutkannya dan keboan mengejar petani-petani tersebut tanpa melukai para petani. Saat ritual selesai maka para petani kembali dengan membwa benih padi yang didapatkannya.


Saran buat yang pengen coba

buat kalian yang penasaran sama salah satu adat yang paling khas dar banyuwangi ini bisa datang langsung ke desa adat Alas malang mulai dari pagi pukul 06.00 hingga selesai.


Join our community or log in now to start posting replies!

Komentar

Belum ada komentar




Post Terkait








Hapus Komentar

Kamu yakin akan menghapus komentar ini?