facebook pixel

Cari Tahu Kualitas Hubunganmu dengan Pasangan Lewat Traveling Bareng

Kadangkala, keadaanlah yang akan memaksa Kamu untuk tahu karakter dan sifat asli pasangan


kualitas hubungan

Asyik kali ya menikmati suasana kayak gini bareng si dia? Sumber foto

Kadangkala, keadaanlah yang akan memaksa Kamu untuk tahu karakter dan sifat asli pasangan 

Jodoh adalah misteri yang nggak akan ada ujungnya. Nggak jarang orang terjebak dalam kegalauan karena masalah pendamping hidup ini. Siapa coba yang nggak mau menemukan dia yang bisa nyaman berjalan di sisi dan menemani hingga tua?

Pertanyaannya, gimana kita bisa tahu kalau dia pasangan yang tepat buat kita? Ada nggak sih tanda-tanda yang bisa menunjukannya?

Tentu aja ada! Nggak sulit kok: ajak dia traveling bareng.

Udah jadi cerita lama kalau aktivitas traveling bersama kerap jadi ladang munculnya masalah, mulai dari barang bawaan yang kelupaaan, estimasi waktu yang nggak tepat dengan rencana, pengeluaran biaya nggak terduga, terpisah dari rombongan, hingga menjumpai orang-orang yang berniat buruk. Nah, hal-hal itu sebenarnya bisa dimanfaatkan buat ngetes kadar kualitas hubungan.

Misal kayak hal-hal di bawah ini, bisa Kamu jadikan indikator, seberapa kompak dan solid sebenarnya hubunganmu dengan pasangan:

Seberapa Peka Kalian Berdua

Kadang kala ada tipe orang yang cenderung nggak mengungkapkan apa yang dibutuhkannya dalam beberapa kondisi.
Semakin peka dia terhadap kondisi Kamu, maka semakin menunjukan bahwa dia adalah orang yang peduli dengan keadaanmu, karena tanpa Kamu bilang, ia sudah paham apa yang Kamu rasakan dan Kamu butuhkan.

Misal pas kalian jalan ke pantai bareng, Kamu yang hobi selfie tiap semeter sekali, jadi lebih banyak diem karena sandal yang Kamu pakai nggak cocok. Kakimu sakit tapi Kamu malas ngomong. Kalau dia peka, dia bakal ajak Kamu istirahat bentar dan mungkin bakal berusaha cariin alas kaki yang lebih pas buat Kamu.

Sebenarnya untuk peka terhadap pasangan nggaklah sulit, cukup perhatikan ekspresi dan tingkah laku yang nggak seperti biasanya, maka Kamu akan menemukan sesuatu yang salah dari pasangan tanpa harus menunggu ia mengungkapkan.

Seberapa Hebat Kalian Untuk Saling Menjadi Moodbooster

Mood seseorang terkadang berubah-ubah, begitupun saat traveling.

Bayangin aja misal Kamu udah bangun pagi banget, dingin-dingin, demi mengejar sunrise di puncak bukit super Instagram-able, eh ternyata cuaca berkabut. Pasti kesel, kan?

Justru di sini letak tantangannya, Kamu dan pasangan nggak hanya dituntut untuk mengendalikan emosi pribadi, melainkan saling mengelola dan menjadi moodboster bagi pasangan.

Yakin Kamu Sudah Mengenal Dia Luar Dalam?

Lamanya sebuah hubungan bukan berarti menjamin Kamu mengenal dia luar dalam.

Dengan traveling bersama, akan muncul beberapa sifat asli dari pasangan. Apakah ia tipe pemarah, penyabar, bertanggung jawab, atau cuek.

Mungkin aja di kehidupan sehari-hari dia cuek banget, eh ternyata waktu kalian trekking bareng di gunung, dia perhatian banget mulai dari rutin ngecek staminamu, kecukupan logistic, sampai hal sesepele kasih Kamu sarung tangannya karena ternyata sarung tangan yang Kamu bawa terlalu tipis dan nggak cocok buat di gunung.

Si Dia Orang Hemat atau Pelit?

Kita pernah mendengar selentingan bahwa antara hemat dengan pelit itu beda tipis. Hemat itu paham bagaimana cara mengatur keuangan, mana yang perlu dikeluarkan, mana yang nggak, sedangkan pelit mengacu kepada enggan mengeluarkan uang walaupun untuk kebutuhan yang penting.

Ketika traveling, biasanya ada pengeluaran-pengeluaran nggak terduga, seperti harus tambah hari menginap karena kesalahan kalian menyusun itinerary, atau bahkan paling apes karena kecopetan.
Coba deh amati pasangan Kamu tipe yang mana, hemat atau pelit.

Kalian berusaha saling melengkapi nggak sih?

“Nggak ada manusia yang sempurna”, selalu ada kelebihan dan kekurangan dari tiap individu. Begitupun ketika melakukan traveling, nggak akan ada perjalanan lancar tanpa masalah. Sekecil apapun masalah, itu selalu aja muncul.

Kalau Kamu pernah backpacking (traveling dengan teknik berhemat), maka Kamu akan merasakan apa itu arti saling melengkapi kekurangan satu sama lain, sehingga perjalanan Kamu lebih punya makna. Backpacking juga nguji kalian, seberapa ‘tricky’ sih kalian menghadapi persoalan, seperti mengakali tiket pesawat atau hotel yang mahal, kehabisan kamar hotel, dan berbagai macam masalah lain.

Kalian akan coba saling pengertian akan kekurangan masing-masing dan berusaha melengkapinya.
Ya bayangin aja, nggak mungkin kan nanti pas kalian menikah bakal bahagia terus.

Udah mencoba ngajak pasangan mikir bareng buat mecahin masalah kalian? Atau selama ini Kamu selalu jadi sok pahlawan dengan mikirin sendiri?

Menyelesaikan masalah secara sepihak ketika sedang di daerah yang asing hanya akan membuatmu semakin stres dan travelingmu akan berantakan.

Inget, kalian itu lagi melakukan perjalanan bareng! Kamu bukan pembimbingnya, dan begitupun sebaliknya.
Masalah berat akan semakin ringan apabila dipecahkan bersama-sama, bukan hanya bertopang pada salah satu dari Kamu berdua.

Dan pada akhirnya, kuncinya adalah ‘seberapa terbuka kalian’?

Hilangkan rasa gengsi dalam sebuah perjalanan karena kunci utama kelancaran perjalanan adalah saling terbuka terhadap pasangan. Apabila pasangan Kamu kurang memiliki kepekaan terhadap kondisimu, jangan ragu untuk bicara apa yang Kamu rasakan untuk menghindarkan diri kalian dari masalah berkepanjangan.

Akhirnya, traveling hanyalah sebagai salah satu media untuk mengetahui karakter dan sifat satu sama lain, selebihnya semua ada di tangan kalian.

Kamu juga pasti tertarik baca artikel-artikel ini:

banner experience