Menuju World Heritage 2020, Kota Lama Semarang Terus Berbenah

Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah terus mempercantik diri demi tingkatkan kunjungan wisatawan.

SHARE :

Ditulis Oleh: Johan Vembrianto

Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang

Semarang lagi gencar-gencarnya menata kota. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan impian menjadi bagian dari UNESCO World Heritage Site 2020. Setelah sukses gemparkan media internasional dengan Kampung Pelangi-nya, Ibukota Jawa Tengah ini hadirkan gebrakan terbaru lagi dengan meresmikan Semarang Creative Gallery.

Semarang Creative Gallery yang diresmikan pada Selasa, (1/8), merupakan suatu wadah bagi para pelaku UMKM lokal untuk memamerkan dan memasarkan produknya. Semarang Creative Gallery terletak di area Kota Lama, tepatnya di bekas gedung Telkom.

Ide pembentukan Semarang Creative Gallery ini berasal dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Konsepnya, Semarang Creative Gallery ini merupakan department store yang memasarkan pusat produk unggulan masyarakat dari UMKM, seperti batik, sandal, tas, sepatu, dan produk kerajinan tangan lainnya. 

Nggak cuma sekadar pemasaran produk aja, Semarang Creative Gallery juga dilengkapi dengan kafe dan interior desain yang menarik. Uniknya, ornamen-ornamen tersebut bertema kolonial. Jadi, kesan jadul ala penjajahan Belanda begitu kental terasa. Harapannya sih, supaya Kamu yang berkunjung ke sana bisa ngobrol, ngopi, sambil menikmati suasana yang ‘tempo doeloe’ khas Kota Lama.

Agar lebih menarik banyak wisatawan, ada wacana Kota Lama akan dibebaskan dari lalu lalang kendaraan bermesin 

Semarang Creative Gallery. Foto dari instagram wisatasemarang

Usaha untuk menata Kota Lama nggak cuma sampai di situ. Saat ditemui Tim Phinemo pada peresmian Semarang Creative Gallery, Hendrar Prihadi menjelaskan bahwa nantinya Kota Lama akan dibebaskan dari kendaraan bermesin yang lalu lalang di sana. Jadi, hanya kendaraan yang bebas polusi lah yang diperbolehkan melintas di area Kota Lama. 

Memang belum dijelaskan, kendaraan bebas polusi seperti apakah yang dipilih, namun Hendrar menegaskan kalau rencana tersebut sudah diwacanakan. Hal ini dilakukan pemerintah Kota Semarang agar Kota Lama bisa memperoleh pengakuan sebagai kota warisan cagar budaya UNESCO. 

Pensterilan Kota Lama bisa menarik minat banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara

Jika sudah direalisasikan, turis-turis bisa berkeliling Kota Lama dengan  berjalan kaki, sepeda, atau becak tanpa takut akan terganggu lalu lalang kendaraan bermotor. Apalagi seperti yang banyak orang tahu, wisatawan, mancanegara khususnya, suka berkeliling menikmati pemandangan kota Semarang dengan menggunakan becak.

Seperti pada 26 Juli lalu, 15 turis asal Belanda menelusuri Kota Semarang dengan becak. Mereka mengunjungi Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Kota Lama, Toko Oen, dan Gereja Blenduk. Hellen Camp, salah satu anggota rombongan merasa begitu terkesan dengan keseruan berkeliling kota Semarang dengan becak. Dia bilang, orang Semarang sangat ramah dan suka melemparkan senyuman. 

***

Melihat respon turis asing yang positif seperti di atas, rasanya rencana men-sterilkan Kota Lama Semarang dari kendaraan bermotor menjadi pilihan yang tepat. Kota Lama bakal menjadi kawasan wisata yang nyaman untuk para wisatawan.  

Mereka bisa berkunjung menyusuri setiap gang-gang, menikmati arsitektur bangunan peninggalan kolonial Belanda yang menakjubkan, dan merasakan suasana kehidupan warga lokal tanpa takut terganggu kendaraan. 

Dengan tata kota yang makin teratur, makin banyak juga turis yang datang ke Semarang. Wisata Kota Lama nggak lagi menjual “foto” keindahan Gereja Blenduk saja. Wisata yang mengandalkan pengalaman seperti keliling naik becak, bersepeda menyusuri kota, atau walking tour bisa menjadi andalan. 

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU