Kisah di Balik Foto 11 Pemuda di Langit Manhattan

Dikenal sebagai foto hoax, ternyata inilah kisah di balik foto 11 pria bergelantungan menyantap makan siangnya di lantai Manhattan.

Ditulis Oleh Shyntia

Foto ini memunculkan perasaan tertentu. Foto oleh

Setiap orang pasti memiliki perasaan tertentu ketika melihat sebuah gambar atau foto tertentu. Perasaan itu tiba-tiba datang begitu saja, bisa terharu, sedih, atau malah bahagia. Seperti ada kisah di balik foto itu. Lalu bagaimana jika Anda melihat foto berikut ini? Apa yang Anda rasakan?

kisah di balik foto

Foto 11 pemuda yang sedang makan siang di atas bangunan di Manhattan. Foto oleh Betmann Collection/Corbis

Takut adalah perasaan yang mungkin Anda rasakan saat melihat foto ini. Meskipun terlihat tidak masuk akal, tapi foto ini bukan editan, asli tanpa rekayasa. Foto ini bahkan punya julukan unik ‘Lunch Atop a Skyscraper’ atau dalam bahasa Indonesia ‘Makan siang di atas gedung pencakar langit’.

Kisah di balik foto 11 pria bergelantungan menyantap makan siangnya

Foto ‘Lunch Atop a Skyscraper’ ini diabadikan di Kota Manhattan tepatnya di lantai 69 RCA Building (sekarang GE Building) di Rockefeller Center atau yang lebih dikenal dengan Rockefeller Plaza di kawasan Fifth Avenue dan Sixth Avenue, Manhattan, New York

Sebenarnya foto pemandangan 11 pria bergelantungan di atas ketinggian ini masih menyimpan teka-teki karena hingga sekarang tak seorangpun yang tahu siapa sebenarnya fotografer yang mengabadikan momen langka ini karena di hari itu ada tiga fotografer yang datang untuk memotret proses pembangunan Rockenfeller Center. Charles C. Ebbets Thomas Kelley dan William Leftwich adalah tiga fotografer itu. Tapi banyak orang memperkirakan bahwa Charles C. Ebbets adalah fotografer yang mengabadikannya.

Meskipun masih belum diketahui siapa fotografer sebenarnya, tapi bisa dipastikan foto ini diambil di tahun 1932 di minggu kedua di bulan November dan hak ciptanya dimiliki oleh Bettman Archive.

Karena masih belum jelas siapa sang fotografer asli yang mengabadikan foto ini akhirnya kini foto ini dipajang dengan nama pengarang ‘Unknown’. Iya, kisah di balik foto para pekerja kontruksi ini masih penuh teka-teki.

Baca juga: Sosok di Balik Lukisan Mona Lisa Karya Leonardo da Vinci

kisah dibalik foto pemandangan

Selain bergelantungan, para pegawai kontruksi juga terlihat menikmati waktu di atas bangunan dengan tiduran. Foto oleh Betmann Collection/Corbis

Foto ini pertama kali dirilis di New York Herald Tribune beberapa minggu setelah diambil pada tanggal 2 Oktober 1932.

Pasca dirilis, foto 11 pemuda ini banyak dibahas di berbagai belahan dunia. Tujuannya untuk mempromosikan dan mengkampanyekan kompleks gedung pencakar langit di New York. Selain itu, foto ini juga menjadi ikon New  York sebagai kota pemberani.

Lucunya, selain nama fotografer yang masih menjadi teka-teki, nama 11 pemuda dalam foto juga masih belum diketahui. Tapi dua diantaranya akhirnya dikenali oleh para dokumenter. Nama mereka adalah Joe Eckner (ketiga dari kiri) dan Joe Curtis (ketiga dari kanan).

Foto asli disimpan rapat di Iron Mountain Pennsylvania dan dijadikan film

Corbis, sebuah perusahaan yang menaungi hak cipta foto ini mengaku bahwa foto ini adalah foto terlaris sepanjang sejarah Corbis sejajar dengan katalog Albert Einstein dan Martin Luther King. Bahkan data aslinya disimpan di bawah naungan Iron Mountain Pennsylvania yang terkenal sebagai tempat penyimpanan barang sejarah Amerika dan memang foto ini termasuk dalam benda bersejarah Amerika.

Selain disimpan sebagai bagian sejarah Amerika, foto yang kini telah berusia 80 tahun ini juga dijadkan film dokumenter berjudul ‘Men At Lunch’ yang diputar di Toronto Film Festival.

Kini bangunan yang menjadi tempat diambilnya foto ini telah menjadi bangunan paling penting di New York yang memiliki 70 lantai dengan beragam fasilitas modern.

Dapatkan ulasan menarik lainnya tentang CERITA INSPIRASI, tulisan lain Shyntia

Kontes foto, video pendek, dan desain logo BTNGMb berhadiah total puluhan juta rupiah. Ikuti sekarang

Tag : , , ,



Berikan Komentar di Bawah

Airy Rooms
Next Post