7 Kata Kata Senja di Pantai Paling Hakiki untuk Foto Instagram Anda

Kata kata senja selalu bermakna magis romantis bagi banyak orang. Ia menjadi pemanis namun juga bisa menjadi pengingat akan luka dan pilu yang paling sunyi. 

SHARE :

Ditulis Oleh: Himas Nur

Kata kata senja selalu bermakna magis bagi banyak orang. Ia menjadi pemanis namun juga bisa menjadi pengingat akan luka dan pilu yang paling sunyi.

Senja dan nuansanya menghadirkan ingatan-ingatan akan masa-masa silam yang begitu meyakinkan dan bahkan juga begitu menyakitkan.

Baca Juga: 10 Quote Sunrise Terbaik untuk Caption Foto Perjalanan

Suasana ini kian terasa ketika kita tengah mencumbu senja sembari memandang debur ombak dan merenung sejenak di bibir pantai; hangat namun pekat, damai namun sepi.

Begitulah nuansa menjelang malam yang mampu menghipnotis rasa dan karsa kita. Upaya lebih mendalami nuansa ini bisa pula dihadirkan dengan meresapi tiap-tiap kata kata kata senja yang penuh makna dan sarat niscaya. Kata kata senja dan pantai ini bisa pula menjadi teman setia dalam tiap perjalanan berharga Anda.

ilustrasi berkontemplasi dengan senja dan pantai (Instagram/lilyrockstarr)

1. Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku dan ombak berderu – Dewi ‘Dee’ Lestari

Disadur dari kumpulan cerpennya, Rectoverso, Dewi ‘Dee’ Lestari mengungkapkan perasaan kepada tokoh ‘kamu’ dengan perumpamaan senja. Ia mengibaratkan bahwa ‘kamu’ laiknya malam menjelang, perasaan yang panjang dan tak lekang-lekang.

Perasaan itu juga dihadirkan Dewi Lestari secara membuncah dan menggebu-gebu, namun juga tenang dan larut, hal ini dilakukan melalui penggambaran riuh dan gemuruh ombak yang ada di pantai.

2. Senja tak pernah salah hanya kenangan yang membuatnya basah – Wira Nagara

Wira Nagara sukses menghasilkan kata-kata senja yang minimalis namun penuh arti miris. Ya, sejatinya senja bukanlah apa-apa. Ia hanyalah suatu proses pergantian alam ketika sore menjelang malam. Tak lebih.

Senja tak pernah menyakiti namun juga tak pernah memberi kebahagiaan yang hakiki. Senja menjadi memiliki makna karena hadirnya kenangan-kenangan yang ada.

Kenangan inilah yang kemudian bisa membuat ‘basah’, basah oleh air mata, basah oleh kebahagiaan yang berkelimpahan, maupun ‘basah’ akan ingatan-ingatan yang selalu terkenang.

3. Clouds come floating into my life, no longer to carry rain or usher storm, but to add color to my sunset sky – Rabindranath Tagore

Awan datang mengambang di kehidupan saya, tak lagi membawa hujan atau badai, melainkan untuk menambah warna di langit senja saya – Rabindranath Tagore.

Rabindranath Tagore, seorang penyair India dan peraih nobel sastra pada tahun 1913, menggambarkan ketika langit menjelang senja. Tagore menghadirkan awan sebagai perumpamaan datangnya ‘badai’ atau masalah yang menghampiri hidup tiap manusia.

Namun ketika kita telah sanggup untuk menghadai ‘awan badai’ tersebut, maka yang lahir bukanlah masalah, melainkan pengalaman-pengalaman yang menjadikan kita tumbuh lebih kuat dan tegar.

4. Change, like sunshine, can be a friend or a foe, a blessing or a curse, a dawn or a dusk – William Arthur Ward

Perubahan, seperti sinar matahari, bisa menjadi teman atau musuh, berkah atau kutukan, fajar atau senja – William Arthur Ward

Kata kata senja dari penulis asli Amerika Serikat ini, memiliki arti bahwa perubahan dalam hidup dan diri setiap manusia itu nyata adanya.

Perubahan bisa membawa kita ke arah yang negatif atau justru lebih positif. Bergantung bagaimana kita menyikapi hari dan permasalahan yang dayang menghadang.

potret lembayung senja di bibir pantai (Foto/Pinterest)

5. On ne découvre pas de terre nouvelle sans consentir à perdre de vue, d’abord et longtemps, tout rivage – Andre Gide

Anda tidak dapat menyeberangi lautan sampai Anda mempunyai keberanian untuk melupakan pantai – Andre Gide

Kata-kata milik penulis asli Perancis ini, menghadirkan upaya perubahan dan keberanian hidup yang dianalogikan dengan pantai dan segala apa yang ada di dalamnya

6. Saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memeluk pantaimu erat – Dewi ‘Dee’ Lestari

Dewi Lestari kembali menyihir pembacanya, kali ini lewatkata-katanya yang berhubungan dengan pantai, pasir dan debur ombak.

Melalui kata mutiara milik Dee ini, ia ingin menegaskan bahwa kita bisa selalu hadir bagi orang-orang yang kita sayang. Sepelik apapun masalah yang dihadapi, sepedih apapun jalan yang mesti dilalui.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Caption Foto Gunung Prau Anda Agar Makin Berkesan

7. I don’t fear death so much as I fear its prologues: loneliness, decrepitude, pain, debilitation, depression, senility. After a few years of those, I imagine death presents like a holiday at the beach – Mary Roach

Aku tak takut kematian begitu banyak laiknya takut kebermulaannya: kesepian, kelemahan karena usia tua, kesakitan, kelemahan, depresi, kepikunan. Setelah beberapa tahun meneroka, aku membayangkan kematian serupa hadiah liburan di pantai – Mary Roach

Penulis Amerika, Mary Roach, menggambarkan kepedihan dan kebahagiaan yang paradoks melalui kata-kata mutiaranya. Mary menilai bahwa di satu sisi kematian merupakan hal yang sangat menyakitkan.

Namun kemudian, ia meyakini bahwa kematian layaknya liburan di pantai. Mary menganalogikan bahwa ‘liburan di pantai’ adalah sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, dan sebuah pengalaman yang tak mendatangkan rasa sakit.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU