facebook pixel

Belajarlah Mencintai Indonesia Dari Para Pendaki

cuma pendaki sejati yang paham hal ini


#Kami Pendaki #Kami INDONESIA #Kami Pancasila 

Selamat hari Pancasila, hei pendaki. Di hari Pancasila ini, yuk merenung sebentar. 

Coba deh tanyakan ke dalam hati kecilmu, sebagai pemuda/i Indonesia yang baik, sudahkah kamu mengamalkan nilai-nilai kebhinekaan? 

Nggak usah bingung mencari jawaban. Karena sesungguhnya saat Kamu mendaki, kamu pun sudah belajar menerapkan nilai kebhinekaan. Nggak percaya? Nih 9 buktinya; 

#1. Dengan naik gunung, Kamu bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda 

pendaki gunung

Ramai-ramai ketemu banyak temen baru dari berbagai daerah. Sumber foto

Nggak peduli mereka hindhu, buddha, kristen, katholik, darmogandul, atau pun islam. Berasal dari batak atau pun dayak. Dari Pulau Jawa atau pun Sulawesi. Kamu tetap menerima setiap pendaki dengan hangat. Nggak jarang, secangkir kopi panas di tengah dinginnya gunung menjadi pelebur perbedaan dalam satu persamaan. Sama-sama pendaki Indonesia.  

#2. Gunung mengajarkanmu untuk saling membantu tanpa pandang bulu. Nggak memandang apa profesinya, dari mana asalnya, dan apa zodiaknya 

indahnya saling menolong. Sumber foto

Perasaan senasib sepenanggungan saat berada di tengah-tengah alam liar lah yang telah menumbuhkan sifat saling tolong menolong. Contoh paling sederhana, membantu mereka yang terjatuh. 

Yap, karena kalau bukan sesama pendaki, siapa lagi yang akan dimintai pertolongan untuk pertama kali?  

#3. Mendaki gunung telah menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangga dengan indahnya alam yang dimiliki Indonesia 

Setiap gunung yang kami daki adalah bukti kecintaan pada negeri ini. Sumber foto

“Jangan di rumah aja, Indonesia itu indah”

Masih ingat dengan kalimat viral yang diucapkan banyak pendaki itu? Sebenarnya, kalimat tersebut diucapkan sebagai wujud kebanggaan pada tanah air. Bukan karena mereka ingin pamer.

#4. Pendaki selalu menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat. Lihat saja, saat di gunung pun pemeluk suatu agama bisa leluasa menjalankan ibadah dengan khusyuk 

pendaki sholat

Subhanallah, sholat di gunung bikin tenang. Sumber foto

Nggak ada yang menggangu. Karena setiap pendaki memahami bahwa masing-masing orang punya perbedaan keyakinann yang harus dihargai. Termasuk saat mereka harus beribadah di gunung. 

#5. Para pendaki nggak mengenal kata egois. Naik gunung bersama, turun pun harus sama-sama 

istilah pendakian

Pokoknya bersama terus. Nggak boleh ada yang ditinggal sendirian. Kan kesian. Foto dokumentasi pribadi penulis

Salah satu kunci kebhinekaan adalah dengan tidak mementingkan diri sendiri. Sikap egois dan serakah bisa mengancam kesatuan dan persatuan. Untungnya nih, para pendaki Indonesia memiliki jiwa korsa yang tinggi. Naik bersama turun pun dengan orang yang sama. Bahkan nambah teman baru lagi.

#.6 Gunung adalah sekolah terbaik untuk belajar ilmu ikhlas berbagi

Nggak hanya berbagi minum, berbagi makanan pun udah jadi hal yang biasa. Sumber foto

Yakin banget deh, di antara Kamu pasti ada yang pernah membagikan air mineral pada pendaki yang nggak Kamu kenal. Bahkan berbagi logistik.

Dengan berbagi para pendaki nggak merasa kekurangan atau dirugikan. Malah, bisa menambah pahala dan teman baru. Dan sifat saling berbagi tanpa memandang siapa orangnya ini menjadi salah satu pondasi kebhinekaan Indonesia.

#7. Semakin sering mendaki, perasaan memiliki tanah air pun makin besar

Ada perasaan bergetar ketika berada di puncak gunung sambil mengibarkan bendera Indonesia. Foto oleh Edoardus Dito

Kalau Kamu nggak merasa memiliki, mungkin Kamu nggak akan peduli dengan banyaknya tumpukan sampah di gunung. Kamu nggak akan mau capek-capek mendaki dan membawa turun sampahmu lagi. Karena yang namanya memiliki berarti mau menjaga dan merawat, bukan mengotori. 

#8. Saat di gunung, para pendaki belajar untuk merendah bukan meninggi 

pendaki-swiss

Karena Kami percaya, di atas langit masih ada langit. Foto diambil dari sini

Yang bisa merusak kebhinekaan adalah sifat merasa paling baik, paling benar, dan paling hebat. Saat mendaki, kamu telah belajar bersikap rendah hati. Karena para pendaki gunung percaya, selalu ada puncak yang lebih tinggi. 

#9. Meski setiap pendaki memiliki alasan yang berbeda-beda saat naik gunung, toh tujuan mereka tetap sama

Tujuan kami sama, puncak! Foto dari ajiwjaw.blogspot.com

PUNCAK!

***

Membicarakan perbedaan nggak bakal ada titik akhirnya. Karena Tuhan menciptakan setiap mahluknya dengan karakter yang berbeda-beda. 

Daripada terus cari perbedaan, yuk temukan kesamaannya aja. Biarkan perbedaan menjadi pewarna perjalanan menuju puncak yang sama. Persatuan Indonesia. #kamipendaki #kamipancasila #kamiindonesia 

Baca juga: 

banner experience