Berjalan menyusuri pasar Ceplak di jalan Siliwangi, Garut, Jawa Barat membuatku lapar mata. Pasar kuliner yang sudah buka dari pukul 16.00 hingga 22.00 ini adalah jalan yang wajib disinggahi oleh para traveler pecinta kuliner khas Jawa Barat.
Aroma berbagai panganan yang bercampur aduk seakan menghipnotisku untuk mencicipi semuanya. Dari kue cucur hingga ayam bakar, semuanya lengkap di sini. Mata saya akhirnya tertuju kesalah satu gerobak yang menjual ayam bakar petai pedas.
Sempat ada perasaan galau dalam benak saya. Pasalnya, saya belum cukup fit untuk mengkonsumsi panganan dengan cita rasa pedas setelah mengalami diare hebat saat perjalanan dari Semarang menuju Garut.
Pelajaran berharga bagi saya, bahwa jangan menyepelekan apa yang dimakan, minimal selama perjalanan karena salah-salah bisa berdampak fatal untuk kesehatan, pastinya juga akan menganggu perjalanan.
Selama perjalanan, sedikitnya hampir 10 kali saya berhenti di pom bensin untuk buang air. Tentu saja diare ini menghambat perjalanan dan menambah estimasi waktu yang semakin molor.
Seandainya saja saya lebih mendengarkan saran dan membaca referensi tentang makanan apa saja yang mendadi pantangan seorang traveler saat perjalanan, mungkin saya tidak perlu berlangganan toilet umum.
Penyesalan tinggal penyesalan. Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin ini yang disebut guru sebagai pengalaman untuk dijadikan pelajaran agar tidak terulang lagi dan menimpa traveler lain. Sebaiknya kamu berhati-hati dengan beberapa jenis makanan ini jika kamu ingin nyaman menikmati perjalanan.
photo from merdeka.com
Hindari makanan yang mengandung gas, karena dapat meningkatkan asam lambung, terutama bagi penderita maag seperti saya. Beberapa sayuran juga ternyata mengandung gas, seperti kol dan sawi, kembang kol sehingga bisa membuat perutmu kembung. Jika kamu vegetarian, sebaiknya pilih sayuran yang ramah anti gas, seperti wortel, terong, dan tomat.
photo from www.indopos.co.id
Minuman ini sebaiknya benar-benar dihindari dari list bekal makanan. Memang menyegarkan meminum minuman berkarbon seperti soda karena dapat menghilangkan dahaga. Beberapa orang memang kebal dengan minuman ini, tapi tidak bagi saya yang memiliki lambung sensitif.
photo from lintas.me
Makanan dari sumber protein hewani ini memang menyehatkan, apabila dikonsumsi di waktu yang tepat. Susu, yoghurt, dan keju misalnya, merupakan jenis panganan yang sulit untuk saya tolak, namun bisa berdampak fatal bagi penceraan dalam kondisi tertentu, ada baiknya mencari aman untuk tidak mengkonsumsi jenis makanan yang sulit dicerna usus ini jika tidak ingin mengalami kontraksi di perjalanan.
photo from stlcanonman.deviantart.com
Beberapa kuliner khas Indonesia kerap kali berbahan dasar daging, seperti dendeng, rendang, empal gentong. Menggiurkan memang, tapi sebaiknya kita tidak mengkonsumsi makanan ini secara berturut-turut selama traveling. Kenapa? Karena daging termasuk panganan yang lama untuk dicerna oleh usus sehingga jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan ini tanpa diimbangi sayuran berserat, perut begah dan sembelit siap menemani travelingmu.
photo from jakartacitylife.com
Bagi traveler pecinta makanan bercita rasa pedas, sebaiknya kurangi makanan ini selagi bepergian. Selain berisiko menyebabkan diare, makanan pedas apalagi berminyak juga bisa membuat tenggorokanmu terasa tidak nyaman, alias meradang, apalagi bila di konsumsi saat cuaca panas terik, maka kamu harus bersiap mengalami panas dalam.
photo from kesehatan.blogekstra.com
Salah satu makanan universal tanpa memandang usia dan status sosial. ekonomis dan praktis menjadikan mie instant sebagai primadona ketika traveling, backpacking, terutama hiking, tapi tahukah kalau mie instant adalah jenis karbohidrat yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna.
Terlebih, semua orang sudah tahu kalau panganan ini mengandung pengawet yang jelas tidak dianjurkan untuk tubuh.
Jangan jadikan mie instant sebagai makanan pokok ketika perjalanan, paling tidak konsumsilah di saat-saat darurat ketika tidak ada pilihan makanan lain.
***
Rasa galau yang bermain dipikiranku hilang sudah, perut yang masih melilit membuyarkan keinginanku untuk mencicipi ayam bakar petai pedas itu. Apalah arti cita rasa yang lezat apabila perut menolak, mungkin ini saatnya berhenti sejenak memanjakan lidah dengan makanan yang hanya enak dimulut, kini saatnya perhatikan kesehatan pencernaan.
Kulanjutkan langkah yang sempat terhenti di salah satu kedai, nasi liwet dengan lauk tahu tempe akhirnya menjadi menu pilihan santap malamku demi hari esok yang lebih sehat.