facebook pixel

Tips Berlibur ke Pantai 3 Warna

Berencana liburan di pantai 3 warna, Malang? Coba baca dulu tips ini


Pantai 3 Warna merupakan satu dari sekian banyak pantai pasir putih yang ada di Malang. Bersama dengan Pantai Gatra, Pantai Clungup, Pantai Savanna, dll, Pantai 3 Warna masuk ke dalam kawasan Konservasi Mangrove. Asal-usul namanya sangat jelas. Jika melihat pantai ini dari ketinggian, akan terlihat air laut yang memiliki 3 warna berbeda.

Pantai yang tersembunyi dibalik hutan ini sangat cantik dan eksotis. Berkat pengelolaannya yang baik membuat keindahannya tetap terjaga. Pantainya tidak terlalu luas. Posisinya yang langsung menghadap ke Pulau Sempu membuat air lautnya menjadi tenang dan cocok untuk spot snorkeling. Untuk menyewa satu set alat snorkeling cukup membayar Rp. 15.000 yang sudah include snorkel, life jacket dan masker.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berwisata ke Pantai 3 Warna:

1. Booking terlebih dahulu

pantai 3 warna

Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Pantai 3 Warna memberlakukan sistem booking untuk siapa saja yang ingin berkunjung ke sana. Namanya yang sedang naik daun membuat pantai ini tidak pernah sepi. Oleh karena itu, disarankan untuk booking terlebih dahulu jauh-jauh hari. Karena pengelola di sana akan memprioritaskan wisatawan yang sudah booking daripada yang langsung datang ke sana. Dalam sehari Pantai 3 Warna hanya mengizinkan 100 orang untuk berkunjung. Lalu diwajibkan juga untuk menyewa jasa guide seharga Rp. 100.000 per 10 orang. Sementara HTMnya cukup murah dengan dipatok Rp. 5.000/orang.

 

2. Gunakan kendaraan pribadi

pantai 3 warna

Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Letaknya yang berada di Malang selatan, membuatnya cukup jauh dari Kota Malang. Usahakan membawa kendaraan pribadi, karena sulit untuk menemukan angkutan umum untuk ke sana. Dengan waktu tempuhnya sekitar 3 jam perjalanan. Dari kota Malang bisa ambil jalan ke arah Gadang – Turen, lalu ikuti petunjuk arah ke Pantai Sendang Biru. Nanti akan ada petunjuk ke Clungup Mangrove Conservation, ikuti arah tersebut.

 

3. Pakai alas kaki yang mumpuni

pantai 3 warna

Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Untuk ke Pantai 3 Warna disarankan menggunakan alas kaki minimal sandal gunung. Tidak seperti pantai-pantai lainnya yang langsung menghadap ke tepi pantai dari parkir kendaraan, ke pantai ini masih harus trekking lagi sekitar 30 menit. Medannya melewati jalan setapak diantara hutan, maka dari itu sebaiknya memakai alas kaki yang nyaman. Apalagi jika musim hujan, jalan akan menjadi becek dan licin.

 

4. Bawa mantel atau topi

pantai 3 warna

snorkeling. Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Balik lagi ke point nomor 3, menuju ke Pantai 3 Warna masih perlu trekking. Nah, jika sedang musim hujan ada baiknya membawa mantel supaya pakaian dan barang-barang tidak basah terguyur air hujan. Sebaliknya, ketika musim kemarau agar terlindung dari terik matahari, tidak ada salahnya untuk membawa topi.

 

5. Bawa pulang kembali sampahnya

pantai 3 warna

Cantiknya pantai 3 warna. Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Sebelum masuk ke kawasan Pantai 3 Warna, barang-barang yang dibawa akan diperiksa dulu disalah satu pos. Semua benda yang berpotensi sampah akan ditulis oleh mereka. Ketika pulang akan dicek kembali, jika benda-benda yang dibawa pulang tidak sesuai / minus dengan yang ditulis, bakal dikenai denda Rp. 100.000/item. Ini yang patut dicontoh dari Pantai 3 Warna, dengan adanya sistem tersebut kelestariannya dapat terjaga. Karena mau nggak mau, suka nggak suka, membuat wisatawan harus membawa pulang sampah yang dibawanya.

Keindahan bawah lautnya tidak kalah cantik dengan gradasi warna air lautnya yang memilki 3 warna berbeda. Berbagai terumbu karang dan beberapa jenis ikan dapat dilihat saat melakukan snorkeling.

Toilet umum dan warung jajanan pun tersedia di dekat pantai. Dengan fasilitasnya yang lengkap akan membuat traveling ke Pantai 3 Warna akan menjadi semakin mudah. Meski sudah diterapkan berbagai peraturan ketika berkunjung ke sana, tetap harus menjaga kelestariannya ya!

banner experience