facebook pixel

9 Manfaat Mendaki Gunung Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Kamu nggak cuma punya kepuasan diri karena mendaki, tapi kamu juga bikin tubuhmu lebih sehat dengan mendaki gunung!


“Mendaki bukanlah soal kamu sudah menaklukan sebuah gunung, namun tentang menaklukan ego, kemampuan dan emosi yang ada dalam diri sendiri,”

Saat ini banyak sekali orang yang jatuh cinta dengan dunia pendakian. Meskipun banyak orang mengaku merasa capek, letih, kaki bengkak, hingga kedinginan saat mendaki gunung, namun dari sekian penderitaan yang telah dialami oleh para pendaki gunung, ternyata ada 9 manfaat yang bisa dirasakan tubuh saat mendaki loh.

Nggak percaya? Yuk simak alasannya!

1. Para pendaki bisa memiliki jantung dan paru-paru yang kuat jika sering mendaki

manfaat mendaki

Mendaki baik untuk kesehatan. Sumber foto

Manfaat pertama yang bisa dirasakan pendaki adalah pada jantung dan paru-paru. Kamu pasti merasakan jantungmu berdetak lebih kencang saat mendaki kan? Nafasmu juga makin berat kan? Memang agak kurang nyaman sih, karena saat itu jantung dan paru-parumu sedang bekerja keras apalagi jika Kamu mendaki untuk pertama kalinya.

Secara perlahan, kegiatan seperti itu akan membentuk kekuatan pada jantung dan paru-paru.

Jika Kamu sering mendaki, secara perlahan kegiatan ini akan membentuk kekuatan pada jantung dan paru-parumu. Manfaatnya ibarat jogging mengitari lapangan sepak bola. Jika rutin mendaki, serangan jantung dan stroke akan berkurang serta suplai oksigen dan peredaran darahpun akan semakin lancar.

2. Stamina tubuhmu meningkat

Tubuh kuat! Sumber foto

Tuhan menciptakan tubuh manusia dengan cara yang istimewa, berbeda dengan barang buatan manusia. Semakin sering barang digunakan maka akan semakin cepat rusak, tapi tubuh manusia akan semakin kuat jika sering digunakan. *dalam arti tak berlebihan lho ya.

Dengan sering mendaki, stamina tubuhmu akan semakin bagus. Daya tahan tubuhmu juga semakin bagus karena dilatih untuk bertemu dengan suhu gunung yang selalu berubah.

3. Mendaki gunung bisa bikin tulangmu lebih padat dan bisa mencegah Osteoporosis

Tulang padat! Sumber foto

Banyak cara untuk menjaga kepadatan tulangmu, diantaranya adalah dengan cara membiasakan diri untuk berjalan kaki, naik turun tangga, dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Tiga hal itu akrab sekali dengan dunia pendakian, karena pendaki selalu berjalan dan menyusuri trek naik turun untuk bisa sampai ke puncak. Sinar matahari pagi juga jadi sarapan utama pendaki yang sering memburu sunrise. Kepadatan tulang ini sendiri bisa mencegah Osteoporosis.

4. Mendaki juga bisa meningkatkan daya ingat seseorang

“Berolahraga (termasuk mendaki gunung) dapat meningkatkan energi dan menambah serotonin dalam otak”, ujar David Atkinson

Seorang direktur dari Cooper Venture Development Program, salah satu divisi dari Cooper Aerobic Center di Dallas, Amerika Serikat pernah melakukan penelitian bahwa berolahraga termasuk mendaki ternyata mampu meningkatkan produksi hormon serotonin.

Hormon serotonin sendiri berfungsi sebagai midulator kerja otak untuk menstabilkan emosi dan meningkatkan pemahaman. Sehingga bisa dikatakan bahwa daya ingat otak akan semakin baik jika Kamu mendaki gunung.

5. Tingkat stress pada tubuh juga bisa berkurang dengan mendaki gunung

Kinerja otak berpengaruh pada tubuh. Jika otak telah penat dan stres, tubuh pun akan melemah. Dengan mendaki, pendaki bisa mengurangi stres pada otak. Why? Karena bergerak dan mengeluarkan keringat bisa memberikan efek rileks pada tubuh sehingga mampu menghilangkan stres dan membuatmu bahagia.

Bukan hanya itu saja, pemandangan hijau pada daun juga mampu membuat pikiranmu menjadi lebih tenang. Begitu juga warna biru langit dan udara gunung yang sejuk bisa membuatmu lebih nyaman sehingga strespun berkurang.

6. Menyembuhkan kanker payudara bagi perempuan

Tuh girls, ada manfaatnya kan.. Sumber foto

Melansir dari CNN, mendaki gunung adalah kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh khususnya dalam penyembuhan kanker. Penelitian ini telah diterbitkan oleh Internasional Journal of Sport and Medicine.

Peneliti mengukur stres oksidatif yang berperan dalam berkembang kanker pada wanita dengan kanker payudara dan pria dengan kanker prostat sebelum dan sesudah hiking. Hasilnya mengejutkan karena kativitas fisik saat mendaki ternyata mampu memulihkan dan mengobati para penderita kanker payudara. Keren ya!

7. Kaki menjadi lebih lentur

Nggak takut kram lagi. Sumber foto

Berjalan kaki adalah cara tepat untuk mendapatkan kaki yang lentur dan kuat. Mendaki sendiri menggunakan kaki sebagai tumpuan utama. Meskipun hanya berjalan kaki menyusuri trek pendakian, namun mendaki gunung ternyata bisa membuat kakimu menjadi lebih lentur.

8. Kamu juga bisa menjaga berat badanmu kalau sering mendaki

pendaki-gemuk

Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Mendaki gunung mengharuskan seseorang untuk selalu bergerak dan berjalan. Bergerak sendiri bisa membakar kalori layaknya berolahraga. Bagi pendaki yang berbedan padat tentu bisa makin langsing jika rutin mendaki.

So, selain untuk rekreasi, Kamu juga sekalian olahraga membakar lemak dan kalori.

9. Mendaki gunung juga bisa mengurangi resiko diabetes

pendakian rinjani

Tubuh sehat nggak takut terkena diabetes! Foto oleh Adi Nugrahanto

Diabetes merupakan suatu penyakit di mana tubuh tidak bisa menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) sehingga mengakibatkan gula darah meningkat.

Menurut penelitian, aktivitas fisik dan makan yang teratur adalah cara terbaik untuk mengatasi diabetes. Mendaki gunung mampu menjadi pengganti aktivitas fisik sebagai pencegah diabetes. Simpel kan?

***

Banyak sekali manfaat mendaki gunung lho gaes! Kamu nggak perlu takut capek saat mendaki karena jika Kamu rutin mendaki bisa berdampak positif bagi tubuhmu.

 

Baca juga:

 
banner experience