Usai pulang dari Angkor Wat, teman-teman saya mulai menanyakan perbandingan Angkor Wat dan Candi Borobudur. Nah, menurut hasil pengamatan saya selama jalan-jalan di Angkor Wat, inilah beberapa perbedaan Angkor Wat dengan Candi Borobudur.
Angkor Wat dibangun pada masa pemerintahan Raja Suryavarman II untuk dipersembahkan pada dewa Wisnu. Namun, pada akhir abad 12, Candi Hindu terbesar dunia ini dialihfungsikan sebagai kuil umat Buddha.
Jika dilihat dari penampakan pahatan pada relief dinding candi, relief Angkor Wat dan Candi Borobudur sekilas memang terlihat mirip. Namun, bila dilihat lebih detail, perbedaan mencolok terlihat pada penggambaran peradaban budaya masyarakat pada masanya. Angkor Wat lebih banyak menyajikan pahatan dewi Hindu atau dikenal dengan sebutan Apsara.
Sebenarnya, secara bentuk, Angkor Wat lebih menyerupai Candi Prambanan. Bentuk candi yang ramping, runcing, dan menjulang ke atas karena mereka percaya bahwa dewa-dewa Hindhu berada di ketinggian.
Meski ke duanya telah melalui beberapa kali pemugaran, namun menurut saya, Angkor Wat lebih terlihat keorisinalitasnya dibanding Candi Borobudur. Hal itu terlihat dari susunan material Angkor Wat yang terlihat usang namun tetap terawat. Sedangkan Borobudur, beberapa bagian terlihat telah ditambal dengan material modern.
Menurut Robert Stancel dkk dalam penelitian yang berjudul Astronomy and Cosmology at Angkor Wat, Candi Hindu terbesar di dunia ini dirancang oleh arsitek terkenal dunia pada masanya yaitu Gunadharma. Jika legenda tentang Borobudur benar, maka kedua candi ini dirancang oleh arsitek yang sama.
Saat berada pada bagian tertinggi Candi Borobudur, kamu akan melihat indahnya gunung – gunung di Jawa Tengah yang mengelilingi candi. Sedangkan ketika berada di tempat tertinggi di Angkor Wat, kamu akan melihat keindahan candi, pepohonan dan danau. Saat senja tiba, balon udara muncul sebagai penghias langit senja di balik candi-candi.
Hal itu dikarenakan banyaknya pepohonan yang tetap terjaga dan terawat sepanjang jalan menuju Angkor Wat. Selain itu, danau yang mengelilingi Angkor Wat semakin membuat pemandangan terlihat asri. Sebaliknya, banyaknya pemukiman warga di sekitar Candi Borobudur, minimnya pepohonan membuat udara begitu terasa panas dan terik.
Menurut pengamatan saya, hal ini dikarenakan letak Siem Reap, Kamboja yang berada di tengah-tengah antara Thailand dan Vietnam. Sebagian besar, para traveler yang berasal dari benua Eropa dan Amerika memasukan Angkor Wat dalam serangkaian perjalanan Indochinanya (Vietnam, Kamboja, Thailand).
Sedangkan saat mereka melakukan perjalanan ke kawasan negara Melayu (Malaysia, Indonesia, Brunei), destinasi favorit para turis di Indonesia adalah Bali. Yap, harus diakui nama Candi Borobudur kurang populer di telinga turis asing.
Kedua candi ini memang memberlakukan pemeriksaan tiket berlapis. Namun, menurut saya, pemeriksaan tiket di Borobudur lebih rapi. Semua orang antri dan dicek tiketnya satu per satu. Turis lokal dan mancanegara dipisahkan.
Sedangkan ketika saya mengunjungi Angkor Wat, pemeriksaan tiket turis hanya satu pintu. Dimana turis lokal dan asing diperiksa pada pintu yang sama. Sisi negatifnya, petugas tidak memeriksa tiket saya. Karena mereka menganggap saya adalah warga lokal. FYI, turis lokal tidak dikenakan biaya tiket masuk saat berkunjung ke Angkor Wat.
Kalau berbicara soal keindahan candi, to be honest, menurut pendapat saya setelah mengunjungi Angkor Wat secara langsung, Angkor Wat lebih indah dibandingkan Borobudur. Danau buatan yang berada di sekeliling Angkor Wat, serta pepohonan rimbun yang meneduhkan dan menyegarkan mata semakin mempercantik panorama Angkor Wat. Apalagi bangunan candi di Angkor Wat sangat terawat dan terlihat klasik.
Sedangkan Borobudur, terasa lebih kharismatik dan mistik. Mungkin hal ini karena jumlah wisatawan di Candi Borobudur yang tak sebanyak di Angkor Wat.
***
Masih belum puas? Datang saja langsung ke Angkor Wat dan Candi Borobudur untuk membuktikannya.