Upacara Numplak Wajik atau Tumplak Wajik mengawali rangkaian upacara Sekaten.
Acara dimulai dengan membuat wajik sembari diiringi musik dari lesung alu, kenthongan, dan alat musik kayu lainnya. Di sekitar wajik, abdi dalem perempuan mengoleskan dlingo bengle atau empon-empon. Sebagian dari empon-empon ini dibagikan ke masyarakat Jogja yang dengan antusias menunggu untuk mengoleskan empon-empon ke badan sebagai sarana penolak bala.
Karena terbuat dari bahan ketan dan gula jawa, wajik menyimbolkan persaudaraan yang semakin erat.