Tips Cepat Tidur Saat Berada Di Negara Dengan Waktu Berbeda

Traveling ke negara dengan zona waktu berbeda rentan menyebabkan jetlag, hingga tubuh kita sulit tidur meski kelelahan. Ini tips untuk mengatasinya.

Sophie Maya • March 8, 2016

Foto diambil dari thoughtcatalog

Foto diambil dari thoughtcatalog

Tidak bisa dipungkiri mengalami perjalanan jauh dan perbedaan waktu antara tempat asal dengan tujuan membuat tubuh mengalami jetlag. Hal tersebut juga bisa menyebabkan tubuh didera kelelahan, namun sulit diajak beristirahat. Perbedaan waktu yang signifikan sering kali membuat jadwal tidur berantakan, ditambah tempat istirahat yang tidak familiar turut pula memperparah insomnia, padahal kita butuh energi agar siap untuk berkelana esok hari.

Tetapi tak perlu khawatir, berikut ada tips untuk agar cepat tidur meski berada di kawasan dengan zona waktu berbeda, sehingga bisa bangun tepat waktu dengan tubuh segar bugar.

 

1. Jangan Tidur Siang di Hari Pertama Sampai

Jika kita tiba di tempat tujuan pada siang hari, biasanya tempat yang pertama kali dituju adalah penginapan. Tapi jangan coba-coba tidur begitu sampai di kamar penginapan, tahanlah keinginan itu meski badan terasa lelah. Letakkan ransel dan koper di kamar, lalu keluarlah menikmati suasana sekitar penginapan. Buat diri tetap terjaga selama mungkin pada hari pertama sampai, karena itu akan mempermudah kita cepat tidur pada malam hari.

Jika kita memaksa tidur di siang hari, maka kemungkinan yang terjadi adalah insomnia dan kelelahan luar biasa pada hari esok. Ingatlah untuk mengikuti jam biologis di tempat itu, bukan jam di tempat kita berasal.

 

2. Pilih Kamar yang Jauh Dari Keramaian

Biasanya jika kita meminta pada pelayan agar diberikan kamar dengan lokasi tertentu, mereka akan memberikannya jika memang tersedia. Maka bilang saja pada pelayan bahwa kita ingin kamar yang berada di antara dua kamar kosong, jauh dari mesin-mesin yang berisik, atau jauh dari lobi.

Intinya, kamar yang dicari adalah yang jauh dari keramaian. Kesunyian dan ketenteraman kamar dapat membuat istirahat tak terganggu dan lebih berkualitas.

 

3. Ubah Kamar Penginapan Menjadi Kamar Rumah

Menurut Rebecca Robbins, peneliti kebiasaan tidur manusia, membuat kamar penginapan semirip rumah adalah hal mujarab agar kita merasa nyaman meski berada di tempat baru.

Membawa barang-barang yang biasanya mengantarkan tidur lebih nyenyak, seperti ponsel dengan lagu Jazz, piyama yang biasa digunakan di rumah, atau kaos kaki favorit bisa jadi pilihan. Buatlah kondisi seolah-olah kamu memang hendak tidur di kamar pribadi, bukan di penginapan.

 

4. Lakukan Kebiasaan yang Sering Dilakukan Di Rumah

Selain barang-barang, kebiasaan yang sering dilakukan di rumah juga tak masalah jika dibawa sampai ke penginapan. Semakin banyak kebiasaan harian yang kamu lakukan, semakin baik. Seperti misalnya kebiasaan untuk olahraga di sore hari.

Menjaga konsistensi butuh kesabaran, karena terkadang bukan hanya perbedaan waktu, tapi juga perbedaan musim yang membuatmu sulit mempertahankan jadwal harian. Jangan lupa perbanyak minum air putih juga ya!

 

5. Jika Insomnia di Malam Hari

Apabila kita sudah mencoba tidur, namun 15 menit kemudian tiba-tiba tubuh tersentak dan kita terbangun, maka langsung saja bangkit dari kasur. Berjalan santailah mengelilingi kamar. Jangan nyalakan lampu dan biarkan suasana tetap gelap. Lakukan peregangan tubuh sederhana atau bacalah buku ber-genre ringan. Buat diri kita jauh dari stres atau banyak pikiran agar bisa kembali terlelap.

 

6. Buatlah Janji Pada Petugas Hotel

Untuk yang sulit bangun pagi, buatlah janji agar pelayan menelepon ke kamar di pagi hari, pada jam yang kita tentukan. Lalu pesankan pula agar pelayan itu kembali menghubungi kita 10 menit setelah telepon yang pertama.

Jangan lupa pasang alarm di ponsel sesuai dengan jadwal pelayan menelepon, agar kebisingan-kebisingan yang terjadi di sekitar kita itu mampu membuat kita benar-benar terbangun.

 

7. Tidurlah Tepat Waktu!

Ketakutan yang selalu muncul ketika traveler berupaya tidur adalah, takut bangun kesiangan. Sehingga kegiatan tidur pun diliputi kecemasan, yang akhirnya malah menyebabkan tidur tak nyenyak. Untuk itu, tidurlah sesuai dengan jadwal biasanya tidur, paling tidak mendekati.

Tenang saja, kamu tak akan ketiduran karena sudah ada “keramaian” yang kamu pesan pada pelayan penginapan dan alarm yang dipasang di ponsel.