Sepenggal Cerita dari Terumbu Karang di Indonesia

Meski terumbu karang di indonesia sudah muali rusak, tapi nggak separah itu kok. Kamu masih bisa mencintai dan merawatnya gais!

Rizqi Y • April 14, 2017

Indahnya Indonesia bukan tentang milikku atau milikmu, tapi milik kita yang harus dijaga bersama.  

terumbu karand di indonesia

Indahnya terumbu karang di Indonesia. Sumber foto

Dua minggu lalu saya jalan-jalan ke Pantai Menganti. Lumayanlah buat refreshing sejenak dari kerjaan dan rutinitas. Sejenak duduk di gubug kayu pinggir pantai sambil ngeliat batu karang bikin saya ngelamun kemana-mana. Entah kenapa juga kok tiba-tiba malah jadi ingat tragedi kapal asing yang nabrak terumbu karang di Raja Ampat

Saya jadi kepikiran, kalau sudah rusak begitu mau diapain ya? Padahal buat ngebalikin kayak semula kan butuh waktu lama banget tuh. But I can’t do anything, ya cuma mikir-mikir aja sih. Lalu, beberapa hari lalu saya ngobrol dengan salah seorang diver asli NTT. Entah harus seneng atau sedih, karena faktanya terumbu karang di Indonesia –nggak cuma di Raja Ampat-  memang udah mulai rusak gais.

Meski udah sedikit rusak, bersyukurlah karena ternyata kondisinya masih cukup terjaga

Terumbu karang rusak itu nggak jauh-jauh dari hasil ulah manusia. Mau nangkap ikan, pake bahan kimia atau peledak. Buang sampah, di sungai bahkan di laut. Ada terumbu karang, diinjek-injek bahkan ditulis-tulis “i’m here” atau apalah. 

Hello gais, sadar nggak sih kalau yang Kamu lakukan itu jahat! Disadari atau nggak hal-hal inilah yang bikin karang kita rusak dan mati. Beruntungnya, masih banyak orang yang peduli dan cinta pada terumbu karang ini. Jadi mereka-mereka inilah yang akhirnya merehabilitasi dan mengkonservasi alam bawah laut supaya bisa hidup kembali.

Ya sama seperti yang dibilang Fino, seorang teman yang sudah jatuh cinta pada diving sejak masih kecil. Menyelam di berbagai titik selam di Indonesia membuatnya sadar kalau terumbu karang kita udah mulai banyak yang rusak. Tapi nggak seburuk itu, karang kita masih cukup bagus kok dan masih bisa diperbaiki kembali.

Konservasi itu nggak harus dilakukan ahli dengan seabreg peralatan yang rumit 

terumbu karang di Indonesia

Proses konservasi terumbu karang di Indonesia. Sumber foto

Kalau menurut Fino, Kamu bisa juga melakukan konservasi terumbu karang kok. Atau nggak usah jauh-jauh ke kata konservasi yang mungkin buat Kamu terlalu rumit. Menjaga supaya teumbu karang nggak tambah rusak dan tetap lestari. Simpel, jangan lakukan hal yang bisa merusaknya. Ya seperti tadi yang sudah saya kasih tahu. Pake bahan kimia, peledak, buang sampah sembarangan di laut, nginjek-nginjek coral, kasih makan ikan sembarangan, corat-coret di coral atau mengeksploitasi karang berlebihan.

Coba deh untuk nggak melakukan hal-hal ini. Kalau semua orang punya niat yang sama dan juga melakukannya sama-sama, bayangin betapa karang kita mungkin akan jadi yang terbaik di dunia. Sudah rusak pun karang kita masih bagus, apalagi kalau nggak rusak. Iya kan?

Lebih-lebih Kamu mau belajar jauh lagi, gimana sih caranya mengembangbiakkan karang. Gimana caranya ngerawat karang yang udah hampir mati. Kamu bisa lho gabung di komunitas-komunitas pencinta alam setempat. Khususnya yang bergerak di bidang kelautan ya. Kamu bakal dapat banyak ilmu yang bsia diterapkan untuk pelestarian terumbu karang ini. Intinya sih dimulai dari sendiri, baru menularkan ke orang lain.

Oiya, karena hidup di daerah tropis makanya terumbu karang di Indonesia bisa lebih indah dan subur dibanding dengan negara lain

Mengobrol degan Fino membuat saya sadar bahwa kekayaan Indonesia itu adalah bagian dari takdir. Gimana nggak, sekarang Kamu hidup di daerah tropis yang begitu subur dan indah. Daerah yang memungkinkan untuk hidup banyak flora dan fauna yang nggak bisa hidup di daerah lainnya. 

Terumbu karang itu tumbuh subur di antara suhu 21-29 derajat celcius. Dan itu ada di Indonesia lho gais! Maka nggak salah kalau banyak wisatawan mancanegara yang hobi diving di Indonesia, bahkan berkali-kali kembali lagi ke sini. Karena memang, menurut mereka Indonesia punya terumbu karang yang sangat subur, indah dan luas. 

Faktor tropis ini jugalah yang bikin terumbu karang di rumah kita ini lebih cepat tumbuh dan lebih mudah direhabilitasi. Asal, Kamu nggak mengusik mereka dengan bahan-bahan kimia lagi ya. Satwa-satwa laut juga lebih beragam, karena faktanya ada wilayah di Indonesia yang merupakan area Wallace. Dan di area inilah kekayaan biota laut kita -terutama Indonesia Timur-  melimpah karena merupakan pertemuan dari dua habitat dari Asia dan Australia. 

Sudah saatnya bergandeng tangan untuk menjaga apa yang kita punya bersama

Jujur saya sering kepikiran, besok anak cucu saya bisa nggak ya ngeliat betapa indahnya alam Indonesia ini. Besok bisa nggak ya, ketika mereka main-main ke laut lalu bertanya,

Ma, ini yang orange namanya ikan apa ya Ma? -sambil nunjuk nemo kecil di pinggiran pantai-

Sedih ngebayangin mereka udah nggak bisa ngeliat itu semua. Mungkin kalau sampai sekarang kita cuma sibuk menikmati tanpa mau merawat apalagi menjaga, ya bakalan begitu. Nggak ada lagi yang tersisa dari Indonesia. Kamu barang kali sering mikir hal yang sama kayak saya. Sedih nggak?

Yang bisa kita lakukan sebetulnya adalah menjaga apa yang kita punya. Dari hal kecil yang bisa dilakukan. It’s ok mau memanfaatkan laut dan seisinya untuk keperluan wisata. Tapi bukan berarti dengan sesuka hati menikmatinya tanpa peduli dampak lingkungannya.

Maka saya mulai memahami makna cinta dari Fino untuk laut Indonesia. Dia cinta menyelam. Dia belajar untuk itu agar bisa melakukan lebih banyak hal untuk konservasi. Bukan sekadar menikmati keindahannya, lalu setelah itu udah selesai. 

***

Ini hanya segelintir keresahan saya pada keindahan laut kita. Mungkin di luar sana, ada banyak pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah bergerak. Dan saya sedang berusaha untuk bergerak dengan cara yang berbeda. Semoga Indonesia tetap kaya, indah, satu padu, dan jaya. 

 

Baca juga: