Selamat Hari Kebangkitan Nasional untuk Para Pemuda, Hai Pendaki Bangkitlah!

Para pemimpin ini dulunya pendaki gunung!

Rizqi Y • May 19, 2017

Selamat Hari Kebangkitan Nasional, Indonesia!

acen-sunrise

Berkibarnya Sang Sak Merah Putih di ketinggian. Foto oleh Acen

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) nggak pernah bisa lepas dari berdirinya Boedi Oetomo dan Hari Sumpah Pemuda. Jadi secara nggak langsung Harkitnas tertuju dan tertumpu pada para pemuda-pemudi Indonesia. Yang harusnya para generasi penerus bangsa ini punya karakter kuat, tangguh, mandiri, bertanggung jawab, sigap dan juga punya inisiatif tinggi.

Dan sadarkah Kamu, kalau sebetulnya karakter-karakter ini ada pada seorang pendaki gunung. Nggak salah kalau Henry Dunant sampai mengatakan,

Tidak akan hilang pemimpin suatu bangsa jika pemudanya masih ada yang suka masuk hutan, berpetualang di alam bebas dan mendaki gunung.

Atau juga kata-kata Soe Hok Gie yang banyak diilhami oleh para pendaki gunung sejati.

Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrasi dan slogan, seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal akan objek-objeknya, mencintai tanah air Indonesia dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dengan dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat kerena itulah kami naik gunung.

Hei pemuda, mendaki dan belajarlah dari semesta tentang bagaimana Kamu bisa mencintai dan berbakti untuk negerimu

Lupakan sejenak soal banyaknya orang yang bilang kalau pendaki zaman sekarang cuma pendaki karbitan. Lupakan dulu tentang pendapat orang yang bilang kalau pendaki masa kini cuma sebatas tentang ke-eksis-an dan kekinian.

Di luar sana masih banyak kok pendaki yang memang benar-benar mendaki untuk belajar dari semesta. Mereka masih peduli dengan sesama dan dengan alamnya. Mereka nggak sekadar sibuk ambil foto sana-sini. Tapi sambil mendaki mereka melihat, bagian mana yang masih butuh sentuhan penanaman pohon. Bagian mana yang bisa dibersihkan dari sampah atau bagian gunung sebelah mana yang butuh diberi tanda biar nggak ada pendaki yang nyasar.

Masih banyak pendaki yang mendaki dengan tulus. Dengan niat ingin lebih dekat dan lebih ingin mencintai bumi pertiwinya. Belajar bagaimana menaklukkan ego diri sendiri, melatih kedisiplinan, tanggung jawab dan inisiatif mereka selama mendaki. Melatih lebih peka pada alam dan juga sesama. Dan di gunung inilah karakter kepemimpinan dari seorang pendaki sejati akan tumbuh seiring terpaan tantangan yang dia dapat.

Pada akhirnya, para pendaki gunung sejati memang orang yang punya jiwa kepemimpinan dan sudah punya bakat untuk jadi pemimpin. 

Pendaki emang punya karakter pemimpin yang bagus, jadi kenapa nggak Kamu kembangkan karakter itu?

Banyak orang yang berpikir kalau pendaki itu cuma kumpulan orang yang nggak punya tujuan hidup dan nggak punya masa depan. Padahal, pendaki sebetulnya orang yang justru punya visi dan misi yang jelas. Harusnya sih kalau pendaki sejati begitu. 

Mereka tahu kapan harus bertindak, merka tahu gimana caranya mengambil keputusan, mereka tahu gimana caranya mencapai tujuan yang diinginkan. Nilai lebihnya lagi, mereka punya karakter peduli, disiplin dan tanggung jawab. Jadi sebetulnya karakter pemimpin emang udah terbangun di sana.

Dan di momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, mungkin bisa jadi sebuah waktu yang tepat untuk merenung. Bawa sudah waktunya bangkit untuk berjuang menjadi pemimpin masa depan. Karena memang masa depan bangsa ada di tangan pemudanya. Bahkan bung Karno pun kala itu mengatakan,

Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

Jadi jelas bahwa pemuda adalah aset berharga yang harusnya bisa belajar banyak hal. Setidaknya mulai dari dirimu, belajarlah dari sosok pemimpin-pemimpin yang sudah sukses. Misalnya seperti Pak Jokowi.

Pasti Kamu udah nggak asing lagi dengan sosok Pak Jokowi, Presiden Indonesia yang ternyata dulunya adalah seorang pendaki

peringatan hari kebangkitan nasional 2017

Foto Pak Jokowi saat mendaki Kerinci tahun 1983. Sumber foto

Sebuah foto Pak Jokowi yang cukup menggemparkan sosial media. Saat foto pemuda yang diduga Pak Jokowi tersebut sedang foto di atas gunung. Lengkap dengan sarung tangan, tutup kepala dan juga bendera organisasi kepencintalaman. 

Dan ternyata foto tersebut emang betul foto Pak Jokowi yang diambil tahun 1983 saat dia naik ke Gunung Kerinci. Menurut Pak Jokowi sendiri sih,

Mahasiswa Pencinta Alam juga merupakan pelatihan diri, jadikan komunitas ini menjadi media menempah jati diri kita.

Dan kini, Pak Jokowi sukses menjadi salah satu pemimpin terbaik di Indonesia. Pak Jokowi sempat memimpin Kota Solo, Jakarta, dan kini menjadi Presiden Indonesia. Pak Jokowi juga menjadi salah satu pemimpin yang dicintai rakyatnya dengan kesederhanaannya. 

Nah, terbukti kan bahwa pemuda yang menempa diri dengan mendaki gunung ternyata bisa jadi pemimpin yang hebat. Asal mau melatih dan mengembangkan kemampuan juga karakter diri.

Ada yang tahu siapa gubernur Jawa Tengah menjabat saat ini? Dia juga ternyata seorang pendaki gunung lho!

peringatan hari kebangkitanansional 2017

Foto Pak Ganjar saat mendaki Gunung Sindoro. Sumber foto

Hayo siapa nih yang tahu siapa gubernur Jawa Tengah menjabat sekarang ini? 

Gubernur Jateng yang sedang menjabat saat ini adalah Pak Ganjar. Nggak banyak yang tahu kalau dulu sewaktu Pak Ganjar masih muda, dia sebetulnya suka dengan kegiatan alam seperti mendaki. Bahkan Pak Ganjar ini dulu adalah seorang pembina dari Palaçi .

Palaçi ini adalah komunitas Pecinta Alam dan Lingkungan Pakçi; SMA Negeri 8 Yogyakarta. Dalam foto yang diunggah oleh akun instagram @palaci_8 ini, Pak Ganjar tampak berfoto dengan mengenakan kostum baju putih dengan memakai topi coklat. Menurut yang tertulis sih, Pak Ganjar kala itu sedang naik ke Gunung Sindoro. Wih, keren banget ya!

Widjajono Partowidagdo, Wakil Menteri ESDM Indonesia yang meninggal saat mendaki Gunung Tambora

peringatan hari kebangkitanansional 2017

Inilah sosok menteri yang suka naik gunung dari muda. Sumber foto

Widjajono Partowidagdo yang tahun 2012 lalu menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM Indonesia meninggal di Gunung Tambora. Tapi ternyata hobi dia mendaki gunung bukan cuma ketika dia sudah duduk sebagai menteri. Sebab almarhum Wakil Menteri ESDM ini hobi mendaki sejak dia duduk di bangku kuliah. 

Sosok Widjajono ini dikenal sangat sederhana. Mungkin hobinya mendaki gunung sejak muda turut menjadikan karakternya yang sederhana. Satu lagi contoh yang bagus buat ditiru nih gais. Pendaki gunung yang sukses mengembangkan dirinya untuk bisa berbakti buat Indonesia. 

Gary Johnson, seorang mantan gubernur Mexico yang dulunya juga hobi mendaki gunung

peringatan hari kebangkitanansional 2017

Gary Johnson, mantan gubernur Mexico yang hobi naik gunung. Sumber foto

Sosok ini pasti sangat asing buat Kamu. Karena dia memang bukan pemimpin di negeri ini, tapi pemimpin salah satu negara bagian Amerika yaitu Meksiko. Mantan gubernur ini bahkan sempat dikatakan sebagai salah satu politikus tersehat dengan fisik yang bagus.

Gary Johnson ini bahkan udah pernah berada di puncak Mt. Everest lho! Nggak tanggung-tanggung kan? Meski Gary Johnson pernah mengalami kecelakaan saat ikut paralayang dan hampir mati saat di Everest, tapi itu nggak membuat dia mundur.

Meski bukan orang Indonesia, nggak masalah sih mengambil pelajaran positif dari sosok Gary Johnson ini.

***

Hari Kebangkitan Nasional harusnya memberikan suatu pembelajaran buat kita, khususnya untuk para pemuda. Untuk terus belajar dan mengembangkan diri supaya bisa jadi calon pemimpin yang berkualitas di masa depan.

Sebab tahukah Kamu, kalau masa depan negara itu terletak di tangan pemudanya. benar kata Henry Dunant, selama ada pemuda yang masih mau mendaki gunung maka tak akan habis pemimpin di negara tersebut.

Jadi, hai para pendaki bangkitlah! Tunjukkan taringmu, bukan cuma sekadar mendaki untuk eksistensi diri. Tapi mendakilah untuk bumi pertiwi dan negeri ini.  

Baca juga: