13 Perlengkapan Pendakian Bagi Pemula yang Sering Terlupakan

Pengetahuan dasar mengenai pendakian menjadi hal penting bagi pendaki. Berikut perlengkapan pendakian yang tak boleh kamu tinggalkan!

Echi • March 7, 2016

Yah, lupa nggak bawa korek api. Permisi mas, boleh pinjam koreknya?”

Pernah nggak sih lupa membawa korek api ketika mendaki? Bagi cowok perokok pasti tidak melupakan barang kecil satu ini. Bagi saya, korek api adalah perkara sepele yang sering terlewatkan ketika packing. Meskipun, sudah semalam suntuk saya membuat daftar perlengkapan mendaki, lengkap mulai dari kaki sampai ujung kepala, dari kebutuhan perut, tidur, sampai keperluan selama perjalanan, tetap saja ada yang terlupakan. Ternyata bukan Cuma saya saja yang sering mengalaminya, teman-teman saya pun demikian.

 

1. Korek Api

perlengkapan pendakian bagi pemula

Foto diambil dari knifecenter

Entah kenapa saya sering lupa membawa korek api ketika mendaki. Mungkin karena saya tidak merokok, jadi hal kecil yang esensial itu terabaikan. Korek api sangat berfungsi untuk menyalakan api ketika membuat perapian. Selain itu, korek api juga bisa digunakan untuk menyalakan kompor jika kompor lapangan mengalami kerusakan pada pemantiknya.

Ada dua jenis korek api yang mudah dijumpai di pasaran, yaitu korek api kayu dan korek api gas. Sayangnya kedua korek api tersebut bisa cepat rusak. Korek api kayu tidak bisa berfungsi jika basah terkena hujan, sedangkan korek api gas juga sering mengalami kendala ketika dalam suhu udara dingin. Pilihan terbaik adalah menggunakan fire starter. Fire starter tahan terhadap berbagai cuaca ekstrim. Kelebihan lain dari fire starter adalah mudah menghasilkan bunga api panas sehingga gampang menyalakan kertas atau rumput kering, ringan, dan tahan terhadap api. Fire starter ini dijual di toko online shop seharga puluhan ribu rupiah.

 

2. Masker kain atau Buff

perlengkapan pendakian bagi pemula

Foto diambil dari mountainbiketales

Bagi beberapa orang, masker kain atau buff merupakan barang yang lupa mereka bawa. Padahal masker penting digunakan selama pendakian. Masker wajib dikenakan ketika kita mendaki gunung yang masih memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi. Hal tersebut dimaksudkan agar kita terlindung dari asam sulfatara yang dikeluarkan.

Pada musim kemarau, masker sangat berfungsi untuk melindungi kita dari debu-debu berterbangan yang cukup mengganggu perjalanan.

Berbagai macam masker banyak dijual di toko ataupun di lapak pinggir jalan. Pilihlah masker yang multifungsi untuk meminimalis barang bawaan. Seperti masker kain persegi atau buff. Kedua masker jenis itu juga bisa difungsikan sebagai ikat kepala dan penahan keringat.

 

3. Jarum dan benang

Saya sendiri tidak pernah membawa alat ini. Karena menurut saya tidak begitu berguna. Ternyata saya salah, suatu waktu saya mendaki, tenda saya robek akibat diseruduk babi. Kalau saya membawa benang dan peniti, saya bisa menjahit tenda untuk sementara waktu agar bekas robekannya tidak semakin melebar. Bawalah dua barang mungil ini untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.

 

4. Trash Bag

Foto diambil dari sini

Kegunaan utama trash bag adalah untuk menyimpan sampah-sampah yang kita hasilkan selama mendaki. Namun, ketika memasuki musim penghujan, kantong plastik yang kebanyakan berwarna hitam pekat ini memiliki fungsi lain. Trash bag bisa digunakan untuk membungkus seluruh perlengkapan sebelum dimasukan kedalam carrier. Hal ini dimaksudkan agar pakaian dan segala macam peralatan pendakian tidak basah kehujanan.

Fungsi lain dari kantong platsik ini adalah untuk menyimpan pakaian kotor. Kantong sampah ini bisa didapatkan dengan mudah di toko plastik

 

5. Peluit

Benda kecil dan mungil ini sering terlewatkan dalam packing list. Bahkan tidak dituliskan didalamnya. Pluit sangat berfungsi sebagai alat komunikasi. Pelajari cara membunyikan peluit dengan baik dan benar agar tidak disalah artikan maknanya. Letakkan peluit ditempat yang mudah dijangkau tangan, misalnya di saku kiri atau kanan carrier.

 

6. Pisau

perlengkapan pendakian bagi pemula

Foto diambil dari Wikipedia

Pisau merupakan alat yang multifungsi saat pendakian. Pisau tidak hanya digunakan sebagai alat masak, tetapi juga sebagai alat untuk melawan bahaya yang ada selama perjalanan. Selain itu, pisau sering dipakai untuk menggali lubang ketika buang air besar atau membuat galian untuk membuang sisa makanan.

Fungsi lain dari pisau adalah untuk memotong tali ketika kita ingin memancang tenda. Pisau lipat Swiss Army sejenis victorinoc merupakan pilihan yang tepat untuk dibawa. Satu paket pisau yang memiliki banyak kegunaan.

 

7. Kaos Kaki

Kaos kaki berfungsi untuk melindungi kaki dari lecet akibat bergesekan dengan sepatu. Gunakanlah kaos kaki rangkap dua. Pertama – tama, bungkuslah kaki dengan kaos kaki berbahan sutera atau katun. Setelah itu, pakailah lagi kaos kaki dari wool. Wool adalah bahan yg terbaik untuk menjaga kehangatan meskipun dalam keadaan basah sekalipun.

Mendaki tidak hanya cukup membawa kaos kaki yang kita kenakan selama pendakian. Lebih baik jika kita membawa kaos kaki cadangan. Setidaknya, bawalah dua pasang kaus kaki cadangan. Selain sebagai cadangan ketika sepatu basah kehujanan, kaos kaki sebaiknya dikenakan sebelum tidur untuk menghangatkan kaki.

 

8. Sarung Tangan

Bagi saya sarung tangan adalah benda kecil yang harus masuk dalam tas. Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan dari goresan, gesekan atau gigitan binatang-binatang kecil di tangan saat melewati trek di gunung khususnya di hutan-hutan lebat atau semak belukar.

Selain itu sarung tangan juga berguna sebagai penghangat, karena salah satu bagian tubuh yang sensitif terhadap hawa dingin adalah jari-jari tangan. Saya biasanya membawa dua pasang sarung tangan, satu yang tebal yang biasanya dipakai saat melewati jalur-jalur berat misalnya ketika memasuki trek berbatu atau hutan atau semak-semak yang rimbun. Sedangkan satu lagi sarung tangan berbahan kain lembut yang biasanya saya pakai saat tidur.

 

9. Tali pipih atau webbing

perlengkapan pendakian bagi pemula

Foto diambil dari salamanderpaddlegear

Tali pipih atau webbing adalah alat yang sering terlupakan oleh pendaki pemula seperti saya. Padahal ketika praktek di lapangan, saya sangat membutuhkan barang yang satu ini. Tali bisa digunakan untuk memancang tenda ke pohon jika tanah terlalu keras untuk dipasangi pasak. Benda pipih panjang ini juga dibutuhkan untuk membuat dragbar saat keadaan darurat, misalnya ada yang kakinya patah akibat terjatuh dan tidak bisa berjalan. Selain itu, tali juga sangat berfungsi untuk membuat bivak dan memasang hammock. Dalam situasi tertentu, tali atau webbing bisa digunakan sebagai alat bantu lining agar tim tidak terpisah satu sama lain.

 

10. Selotip

Ternyata selotip tidak hanya berfungsi untuk membungkus paket barang. Selotip juga memiliki fungsi yang cukup significant ketika pendakian. Selotip berfungsi untuk menambal tenda yang bocor atau menyambung frame yang patah untuk sementara waktu. Bawalah selotip berukuran 4 cm.

 

11. P3K

Beberapa orang seringkali menyepelekan membawa obat-obat pribadi saat pendakian. Sebagian orang hanya membawa obat angin atau plester saja. Padahal kita tidak pernah tahu kapan kita sakit dan sakit apa yang kita derita.

Untuk itu hal pertama yang harus diperhatikan adalah ketahuilah penyakit yang kita idap dahulu. Kalau ternyata memiliki sakit maag, berarti harus selalu sedia obat maag. Agar lebih aman bawalah P3K Kit lengkap saat pendakian.

 

12. Kompas

kompasnew

Alat yang satu ini sering kali terabaikan saat pendakian. Fungsinya sebagai penunjuk arah sudah tergantikan oleh smartphone yang multiguna. Orang-orang lebih memilih membawa smartphone yang simple dan multiguna daripada kompas yang terkesan jadul. Tapi, kita lupa kalau apapun bisa terjadi digunung. Bisa saja kita kehabisan baterai saat tersesat dalam hutan. Kompas yang tidak memerlukan baterai sangat membantu kita untuk menentukan arah. Kompas juga berfungsi untuk menentukan kiblat bagi muslim yang akan sholat.

Terdapat 3 jenis kompas, yaitu kompas bidik atau tembak, kompas silva, dan kompas biasa.

Kompas jenis bidik atau tembak, berfungsi untuk mempermudah serta menghitung sudut sasaran bidik suatu tempat ataupun benda secara langsung. Cara menggunakannya yaitu dengan cara membidik langsung kompas terhadap sasaran dan sekaligus membaca sudut sasaran skala kompas. Besar sudut yang dihasilkan oleh arah bidikan serta arah jarum ke arah utara itulah sudut sasarannya.

Kompas silva atau kompas orienteering berfungsi untuk memudahkan penghitungan serta pembacaan terhadap peta secara langsung. Pembungkus ataupun badan kompas jenis ini selalu dibuat transparan supaya memudahkan pembacaan terhadap peta yang ditaruh dibawahnya.

Kompas biasa adalah kompas dasar yang berguna punuk penunjuk arak berlandaskan prinsip gaya magnet. Ukuran pada kompas bias pada umumnya berukuran lebih kecil dari kompas silva serta kompas bidik.

Apabila hanya digunakan sebatas penunjuk arah saja, lebih baik membawa kompas biasa. Karena kompas biasa lebih praktis untuk digunakan.

 

13. Lap atau Kanebo

kanebo

Sebagian kecil pendaki menggunakan kanebo untuk mengelap tubuh yang basah sehabis mandi. Sedangkan fungsi terpenting dari kanebo sebenarnya adalah untuk menyerap air di dalam tenda ketika tenda bocor.

Kanebo yang digunakan sama seperti kanebo untuk mengelap motor. Tapi, jangan gunakan kanebo pengelap motor untuk mengelap badan ya!

***

Orang memang tidak pernah lepas dari lupa. Tapi bukan berarti harus melupakan, apalagi melupakan peralatan penting saat pendakian. Dicatat dan disimpan dengan baik 13 perlengkapan mendaki yang sering terabaikan tersebut ya.

Boleh menambahkan di kolom komentar kalau ada alat lain yang saya lewatkan.