Pantai Ao Nang, Sebuah Ketenangan di Thailand Selatan

Namanya tak sepopuler Pantai Patong yang ada di Phuket, Namun, pantai ini mampu mengukir kenangan yang tak terabaikan baik oleh hati maupun pikiran.

Eka Herlina • April 13, 2016

pantai-thailand-ao-nang

Sepasang kekasih istirahat sejenak usai mengabadikan momen kebersamaan mereka lewat bidikan kamera. Foto oleh Eka Herlina

Namanya tak sepopuler Pantai Patong yang ada di Phuket, pun jarang hadir ditengah hiruk pikuk obrolan ketika merencanakan liburan di daerah Thailand Selatan. Namun, pantai ini mampu mengukir kenangan yang tak terabaikan baik oleh hati maupun pikiran. Ketenangannya yang membuat hati jatuh berkali-kali pada rasa nyaman.

Setidaknya perasaan itu yang saya rasakan ketika memutuskan kaki melangkah menelusuri pantai Ao Nang seorang diri sekadar menikmati sore menjelang senja. Sesekali kaki saya terhenti sekadar mengamati beberapa wisatawan asyik duduk menikmati deburan ombak. Ada yang sibuk mengabadikan momen lewat bidikan kamera. Ada yang sekadar duduk santai di atas pasir nan bersih dari sampah dan ada juga sekadar mengukir kata di atas pasir pantai lalu difoto kemudian dihapus lagi tulisan pasir tersebut dengan kaki.

Ao Nang Beach memiliki garis pantai sepanjang 20 kilometer dari Kota Krabi. Menempuh perjalanan hampir satu jam dari Krabi dengan menggunakan transportasi umum, saya disuguhi pemandangan keindahan batu-batu yang menjulang tinggi dan terselip warna hijau tumbuhan di tebing batu tersebut.

Menikmati Ketenangan Ao Nang Beach

            Ada yang bilang, perjalanan yang berkesan, bukan kemana tujuan kita tapi dengan siapa kita melakukan perjalanan. Tapi bagi saya yang kerap terjebak perjalanan seorang diri, ‘berkesan’ itu adalah bagaimana menikmati sebuah proses perjalanan

Ao Nang sepi, tidak seramai pantai Patong di Phuket — dan mungkin menjadi alasan tempat ini kurang populer. Suasananya yang masih terbilang sepi cocok bagi kamu sekedar melepaskan rasa lelah beraktivitas kerja selama ini.

Saya menemukan pemandangan yang menyenangkan ketika keluarga India membentangkan tikar dan duduk di atasnya sambil menikmati cemilan. Tak ada percakapan berarti diantara mereka selain melepas pandang ke arah pantai. Pun begitu dengan sang anak. Tak ada kehebohan selain menikmati angin pantai.

pantai-thailand-ao-nang-2

Wisatawan India sedang menikmati angin Pantai Ao Nang. Foto oleh Eka Herlina

Sepanjang kaki saya melangkah maka pemandangan yang menakjubkan membuat saya tak berhenti berdecak. Bukan karena Ao Nang menyuguhkan pemandangan pantai yang sangat indah dengan bukit kapur di kejauhan dan air yang bening, tapi pada kebersihan pantai dan para wisatawan yang saya temui sepanjang jalan.

Mereka benar-benar menikmati ketenangan tanpa hiruk pikuk teriakan. Sekedar bercengkrama bersama orang terkasih sembari menikmati debur ombak nan tenang. Menanti senja yang sebentar lagi tiba. Inilah perasaan liburan yang menenangkan jiwa bagi saya. Sepasang kekasih sedang mengabadikan foto kebersamaan mereka dengan pakaian khas pernikahan tanpa terganggu dengan wisatawan asing lainnya lewat bantuan tripod mereka.

Tak ada rasa lelah di kaki, saya terus melangkah. Meresapi angin laut Pantai Ao Nang. Menikmati proses perjalanan ini. Lewat mata saya membaca pancaran kebahagiaan dari para wisatawan asyik yang diam-diam saya amati.

 

Street Food yang mengenyangkan

Ao Nang memang menawarkan ketenangan bagi Anda yang ingin melepaskan lelah. Tapi bukan berarti pantai ini tak menawarkan sesuatu yang seru, yaitu soal makanan! Bersama orang terkasih menelusuri sepanjang pantai Ao Nang yang bersih, Anda akan menemukan ragam street food yang menggugah rasa.

Saya pun tak menyiakan kesempatan ini. Menghampiri sebuah foodtruck saya membeli sate udang tepung dengan saos yang membuat saya beberapa kali menelan ludah saat melihatnya. Tak sabar untuk melumatnya.

pantai-thailand-ao-nang-3

Streetfood Pantai Ao Nang. Foto oleh Eka Herlina

Selain udang tepung, yang khas dari pantai ini adalah kehadiran kelapa mudanya. Saya pun tak ingin melewati momen menyeruput kelapa muda sekadar melepas dahaga. Dan tentu rasa kelapa muda masih sama rasanya dengan kelapa muda di pantai Padang serta tempat lain. Menyegarkan dan tak ada perbedaan.

Selain banyak jajanan seafood, ada juga semangkuk mie dan tom yum yang bikin lidahmu benar-benar dimanjakan. Semakin malam, orang-orang yang berada di pinggir pantai pun beralih memenuhi pinggir jalanan di kawasan Pantai Ao Nang sekadar menyantap lezatnya streetfood khas Thailand.


Naluriah yang tak terbantahkan: shopping!

Terpisah oleh jalan raya, di kawasan Pantai Ao Nang terdapat pusat pertokoan yang tertata rapi. Menawarkan ragam cinderamata yang membuat saya teringat pada orang terkasih. Mulai dari baju yang melambangkan Pantai Ao Nang, topi, gelang dan tas serta ada juga ragam sabun kecantikan yang beraroma menyegarkan.

Selain pusat pertokoan oleh-oleh juga dipenuhi ragam agen perjalanan yang menawarkan paket tur ke pulau-pulau laut Andaman termasuk tour ke Phi-Phi Island — Ya, memang Ao Nang terletak di laut Andaman, Krabi.

pantai-thailand-ao-nang-4

Kawasan pertokoan di Pantai Ao Nang

Saya pun tak menyia-yia kan kesempatan untuk berbelanja di kawasan ini. Meskipun tergolong agak mahal bila dibandingkan Bangkok, tapi harganya masih dalam batas normal. Tak ada salahnya melihat-lihat saja sekadar melepas pemandangan mata dari laut lepas.

Bagi saya, yang membuat saya jatuh hati pada pantai ini adalah kebersihan dan ketenangan yang ditawarkannya. Lalu lalang kendaraan pun mengikuti ritme Pantai Ao Nang yang tenang tanpa terburu-buru.

 

Baca juga: