Berdasar Penelitian, Traveling Bersama Sahabat Buat Anda Panjang Umur

Traveling dengan sahabat punya banyak manfaat positif bagi kesehatan tubuh dan mental Anda, terlebih, dapat membuat Anda panjang umur!

Desti Artanti • April 29, 2016

panjang-umur

Foto diambil dari sini

Meski Phinemo sering merekomendasikan untuk melakukan solo traveling (bepergian sendiri) agar Anda menemukan kemerdekaan dalam perjalanan, nyatanya, traveling bersama sahabat juga memiliki manfaat penting, yaitu membuat Anda panjang umur!

Sadar atau tidak, saat kita sedang down, bertemu dengan sahabat terbaik Anda bagai menemukan mood booster yang hilang. Pun demikian dengan kegiatan traveling, yang sering menjadi pelampiasan Anda untuk melepas penat dan stress karena urusan kantor. Bayangkan, bila kita mengkombinasikan kedua hal tersebut menjadi satu, yaitu traveling bersama sahabat, akan banyak manfaat positif yang akan dapatkan. Anda yang punya banyak teman, memiliki toleransi yang lebih baik terhadap rasa sakit.

Peneliti di Universitas Oxford, Inggris, mengatakan Persahabatan meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh dan zat ini dipercaya sebagai pembunuh rasa sakit yang alami. Lebih jelasnya, endorfin adalah bagian dari sirkuit rasa sakit dan senang dan penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa endorfin bisa menjadi alat pengikat pada manusia dan binatang.

Kekuatan endorfin dalam meredakan rasa sakit bahkan dikatakan lebih besar dari morfin. Bila penelitian itu benar, orang yang memiliki jaringan sosial yang luas memiliki ketahanan terhadap rasa sakit yang lebih tinggi. Bila Anda sedang penat dengan pekerjaan Anda dan butuh pelipur lara yang ampuh, maka traveling bersama sahabat adalah pilihan tepat.

Bagaimana Traveling bisa membuat Anda Panjang Umur?

Katerina Johnson, mahasiswa program doktor di Universitas Oxford dalam bidang psikologi eksperimental menyatakan bahwa penemuan tersebut sangat menarik karena sistem endorfin bisa mengatasi masalah kejiwaan seperti depresi. Menurut Johnson, para penderita depresi sering merasa kurang bahagia dan menjauhkan diri dari kehidupan sosial.

Orang-orang dengan level stres lebih tinggi biasanya memiliki jaringan sosial yang lebih sedikit. Begitu pula orang yang sangat berorientasi pada kesehatan karena mereka terlalu sibuk berlatih fisik sehingga tak punya waktu untuk bersosialisasi.

“Penelitian menunjukkan bahwa kuantitas dan kualitas dari relasi sosial mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita dan mungkin bisa menjadi faktor penentu berapa lama kita akan hidup,” ujar Johnson.

Asosiasi Travel AS mengungkapkan bahwa berwisata, dapat mencegah kita dari penyakit Alzheimer. Selain itu, 86% dari mereka yang melakukan perjalanan lebih merasakan kebahagiaan dalam hidup mereka dibandingkan dengan yang tidak.

Traveling juga dapat melatih kekuatan jantung. Anda dan sahabat dapat saling memotivasi dan melakukannya bersama-sama. Framingham Heart Study menemukan bahwa mereka yang tidak mengambil liburan selama beberapa tahun lebih mungkin untuk menderita serangan jantung dari pada mereka yang melakukan perjalanan setiap tahunnya.

Hal ini dikarenakan orang-orang yang menghabisakan waktu dengan pekerjaan dan masalah rumah akan mengalami stres dan cenderung cepat cemas. Dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan, mereka akan melepaskan beban pekerjaan dan masalah rumah dengan melihat pemandangan baru,dan pengalaman baru.

Sebenarnya masih banyak manfaat positif bagi kesehatan dari traveling bersama sahabat. Selagi ada waktu luang, ajaklah sahabat terbaik Anda melancong sejenak, dan rasakan sendiri manfaat positifnya.

Baca juga: