Inilah Makhluk Ghaib Dalam Mitos Gunung Lawu, Pernahkah Kamu Bertemu Salah Satunya?

Ana Iska Rizqi Y • February 17, 2017

Gunung nggak pernah lepas dari cerita legenda maupun mitos. Apalagi gunung di tanah Jawa yang memang sarat dengan cerita-cerita mistis kerajaan jaman dulu.

Lawu bertengger di salah satu deretan gunung yang cukup diajeni oleh warga Jawa, terlebih lagi mereka yang bertempat tinggal di area sekitarnya. Sebab bukan menjadi rahasia lagi jika Lawu sering digunakan oleh masyarakat untuk bertapa dengan tujuan mencari wangsit, kejayaan, kekuatan, bahkan pesugihan.

mitos gunung lawu

Pemandangan dari atas Lawu. Foto dokumentasi pribadi

Menurut cerita yang saya dapat dari warga setempat, mitos Gunung Lawu berakar dari kepercayaan masyarakat, bahwa konon gunung ini adalah titik penyeimbang tanah Jawa. Kekuatan yang dikeluarkan gunung Lawu juga sangat besar, sehingga beberapa penguasa terdahulu seperti Prabu Brawijaya dan Prabu Airlangga menjadikan Gunung Lawu sebagai tempat pertapaan guna mendapatkan petunjuk secara ghaib.

Mitos Gunung Lawu sering dikaitkan dengan munculnya mahkluk-mahkluk ghaib, diantaranya macan Lawu, burung jalak, dan kiyongko (lipan / kelabang). Meskipun ketiga makhluk ini adalah makhluk nyata yang sampai saat ini bisa ditemukan di Lawu, namun masyarakat sekitar meyakini bahwa ketiga makhluk tersebut adalah jelmaan penghuni dunia ghaib.

Macan Lawu dan kemunculan harimau Lawu yang mistis

Meski kerap dikaitkan dengan mitos gunung Lawu, Macan Lawu sendiri merupakan binatang endemik Lawu. Sedangkan sosok lain yang dianggap penampakan ghaib adalah harimau Lawu.

mitos gunung lawu

Macan Lawu. Sumber foto

Harimau Lawu ini kerap muncul di saat nggak terduga. Yang bikin bulu kuduk berdiri, kemunculannya selalu diikuti peristiwa mistis, seperti penemuan mayat. Nggak jarang, harimau lawu ini muncul di tempat-tempat yang dikeramatkan warga setempat.

Jika Kamu pernah mendaki Lawu via Cemoro Kandhang, mungkin Kamu ingat keberadaan patung harimau di salah satu punden yang ada di Lawu yang diberi nama Eyang Singo Sinebahing Dilah. Punden ini sendiri menjadi tempat pemujaan bagi mereka yang hendak menjalani ritual pertapaan atau lainnya.

Di lain kisah, ada warga yang bercerita, bahwa setiap malam 1 Suro banyak pertapa yang melakukan ritual di Lawu. Tujuan mereka pun bermacam-macam, ada yang minta kesaktian, kekebalan, atau pun kekayaan. Sebagai pertanda adanya wangsit yang turun, warga sering menjumpai sesosok manusia yang berbulu loreng hampir menyerupai harimau. Kemunculan makhluk tersebut menjadi tanda bahwa hajat sang pertapa telah diterima dan sang pertapa telah diberi kekuatan ghaib.

Pernah diikuti burung jalak waktu mendaki Lawu? Kamu beruntung

Dulu sewaktu pertama kali saya mendaki Lawu, salah seorang senior berkata,

“Nduk kalau nanti di jalan ketemu burung jalak diikuti saja, sudah ga usah diganggu. Itu nanti nunjukin jalan sampe ke puncak. Jadi kalau ada apa-apa,kalau merasa nyasar, kamu ikuti saja itu burung jalak”

dan cerita mitos itu seolah menjadi titah seketika itu juga. Sepanjang perjalanan dari pos Cemoro Sewu hingga ke puncak, ada satu burung jalak yang mengikuti langkah saya. Setiap kali saya beristirahat, burung ini ikut berhenti nggak jauh dari tempat saya. Meskipun mau bilang ini cuma mitos Gunung Lawu, tapi saya juga akan bilang kalau ini nyata.

mitos gunung lawu

Penampakan burung Lawu. Sumber foto

Mitos burung jalak di Lawu berawal dari sebuah legenda, bahwa ketika Prabu Brawijaya memutuskan untuk menetap di Gunung Lawu, ia disambut oleh seekor burung jalak. Ketika itu sang burung menyambut sang Prabu dengan beralih wujud menjadi seorang prajurit yang kemudian mengantarkan sang Prabu menuju puncak Gunung Lawu. Dari situlah sebuah mitos burung jalak Lawu mulai merebak. Disebut-sebut makhluk inilah yang sampai saat ini menjelma menjadi seekor burung jalak.

Mitos gunung Lawu soal burung jalak ini sepertinya hampir diketahui setiap pendaki yang mendaki ke Lawu. Bukan itu saja, larangan untuk mengganggu dan membunuh juga terus didengungkan. Hal ini berujung pada keyakinan bahwa bagi siapapun yang hatinya kotor dan berniat jahat pada sang burung, ia akan tersesat atau bahkan mendapatkan musibah.

Kiyongko, sang kelabang pengisi cerita mitos Gunung Lawu

Jika kamu pernah menjumpai seekor kelabang dengan bentuk tubuh bulat, panjangnya kurang lebih 30 cm dan dapat berdiri seperti layaknya ular, berarti kamu pernah berjumpa dengan kiyongko. Yap, meskipun hewan satu ini bisa Kamu temui di dunia nyata, tapi mitos Lawu nggak bisa dijauhkan dari kiyongko.

Mitos yang beredar di masyarakat mengatakan bahwa dulunya hewan ini adalah sumber bencana karena telah menutup sumber mata air di lereng Lawu. Seorang pertapa sakti bernama Ki Ageng Sabuk Janur yang konon tinggal di lereng Lawu akhirnya menaklukkan mahkluk ini dan menjadikannya penunggu salah satu sumber air di Lawu. Hingga saat ini, hewan ini masih ada dan biasanya berada di bebatuan di sepanjang sungai.

mitos kaki seribu

Kaki Seribu. Kiyongko lebih hitam dan kakinya lebih sedikit di banding kaki seribu. Sumber foto

Sisi mistis dari kiyongko adalah, hewan ini akan sangat sulit ditemukan apabila sengaja dicari oleh masyarakat. Ia akan menampakkan diri di tempat-tempat tertentu dan di saat ia ingin menampakkan dirinya. Saya pernah mendengar sebuah cerita, bahwa kemunculan hewan ini biasanya membawa pesan bagi siapa saja, bahwa siapapun yang berada di Gunung Lawu harus menjaga lingkungan terutama sumber air.

Kisah antara Ki Ageng Sabuk Janur dan kiyongko ini dijadikan sebuah kesenian dalam bentuk tari oleh masyarakat Ngargoyoso. Kesenian tari ini bahkan menjadi salah satu kesenian andalan warganya.

***

Setidaknya itulah tiga makhluk ghaib yang disinyalir tetap eksis sampai saat ini. Kamu punya pengalaman mistis selama mendaki di Lawu? Atau kamu punya cerita versi lain soal mitos gunung Lawu? Kamu bisa berbagi di kolom komentar.

Baca juga artikel ini supaya kamu tahu mitos apa yang ada di gunung lainnya:


 


Sering bingung mencari ide menulis? Simak bagaimana cara Windy Ariestanty mencari ide kreatif



Tinggalkan Komentar



Artikel Terkait