Jenis-jenis Jaket Gunung yang Perlu Kamu Pahami

Kamu masih bingung memilih jaket gunung yang pas untukmu? Coba pahami jenis jaket gunung berikut, mungkin Kamu akan mendapat pencerahan.

Rizqi Y • March 24, 2017

Di kalangan pendaki sudah dikenal berbagai jenis jaket gunung, yang umumnya ada tiga yaitu waterproof, windproof, dan warm up. Masing-masing jenis jaket ini juga masih terbagi menjadi berbagai jenis lagi dlihat dari bahan yang digunakan, misalnya jaket jenis goretex, polyster.

Tapi, tahukah Kamu kalau masing-masing jenis jaket ini punya kegunaan yang berbeda lho. Jadi coba simak penjelasan ini deh. Mungkin bisa memberimu pencerahan jika ingin beli jaket gunung yang sesuai.

Kalau Kamu suka mendaki saat musim hujan, Kamu harus punya jaket waterproof

jenis jaket gunung

Salah satu contoh jaket waterproof gore-tex. Sumber foto

Mendaki di musim hujan selalu lebih ribet -menurut saya- karena harus berbasah-basahan. Nah, saat mendaki di musim hujan, Kamu harus membawa jaket gunung jenis waterproof ini.

Jaket jenis ini punya lapisan penahan air agar tidak masuk ke bagian badan. Kalau Kamu pernah melihat daun talas maka begitulah sifat dari jaket ini. Jaket waterproof ini memiliki sistem seemsheeld atau perisai yang berfungsi melindungi sisi jahitan agar tidak kemasukan air. Jadi kalau Kamu mau membeli jaket tipe ini, coba lihat dengan teliti di bagian jahitannya.

Jenis bahan yang sering digunakan jaket waterproof adalah gore-texJenis bahan ini digolongkan lagi menjadi 3, yang masing-masing punya kecocokan untuk kegiatan outdoor yang berbeda.

Gore-tex standar untuk aktifitas keseharianmu

Jenis gore-tex yang pertama adalah gore-tex standar. Kalau Kamu sering berkendara, sebetulnya jaket jenis waterproof berbahan gore-tex standar ini pun cocok buatmu. Jaket ini bisa melindungi tubuhmu dari hujan dan juga angin saat berkendara motor. Jadi secara keseluruhan jaket jenis ini cocok untuk aktifitas harianmu, terutama jika di musim hujan.

Jenis gore-tex active disarankan untuk Kamu yang suka berpetualang

Kalau gore-tex standar cocok untuk kegiatan keseharian, berbeda lagi jenis gore-tex active. Jaket ini cocok untuk aktifitas yang lebih ekstrim seperti ski, mendaki gunung, atau bersepeda. Yang membedakan dengan gore-tex standar adalah kekuatan bahan dan tingkat daya tahan air. Gore-tex aktif didesain agar lebih kuat menahan angin dan air. Jadi cocok untuk digunakan untuk mendaki saat musim hujan.

Pencinta gunung dengan cuaca ekstrim wajib punya jaket dengan bahan gore-tex pro

Kalau Kamu tipe orang yang suka mendaki ke gunung yang punya cuaca ekstrim misalnya Cartenz, Kamu minimal harus punya jaket waterproof yang berbahan gore-tex pro. Jaket ini di desain lebih kuat berkali lipat. Dengan demikian lebih tahan air, angin, dan juga jauh lebih awet. Jaket ini juga lebih coock digunakan saat musim hujan.

Jenis jaket waterproof ini cukup istimewa, jadi Kamu harus tahu bagaimana cara merawatnya

Jaket waterproof dengan bahan gore-tex ini memang punya trik perawatan yang agak sulit. Sebab kesalahan dalam perawatan akan merusak bahan gore-tex yang akan berpengaruh pada ketahanannya pada air. Untuk mencucinya Kamu nggak boleh menggunakan deterjen, akan lebih aman cukup menggunakan air biasa atau sampo.

Karena sifat bahan yang tidak menyerap atau mengikat molekul air, jadi jaket ini tak perlu dijemur di bawah cahaya matahari langsung. Cukup diangin-anginkan saja di tempat yang teduh. Jika sudah kering, cukup gantung jaket dengan hanger, nggak perlu melipatnya. Jauhkan juga jaket dari api agar tidak terbakar.

Kamu perlu tahu perbedaan antara jaket waterproof  dan windproof

jenis jaket gunung

Sekilas mirip jaket waterproof, tapi jika Kamu lihat pada bagian jahitan akan terlihat bedanya. Sumber foto

Mungkin Kamu sering dibuat bingung saat membedakan jaket jenis waterproof dan windproof. Karena ternyata setiap jaket yang waterproof pasti juga bersifat windproof, tapi tidak berlaku sebaliknya. Untuk tahu apakah jenis jaket tersebut termasuk jaket windproof cukup gampang kok.

Langkah pertama, coba tiup jaket tersebut. Jika udara yang ditiupkan tidak tembus, maka jaket tersebut memiliki coating yang bisa menahan angin. Kedua, Kamu bisa mencoba memegang dan menggesekkan bahan. Jika ternyata licin maka bisa dipastikan jaket tersebut adalah jaket windproof. 

Yang membedakan keduanya adalah adanya seemsheeld atau perisai jahitan. Biasanya di tepi jahitan resleting dan sambungan bahan. Pada jaket windproof biasanya tidak terdapat seemsheeld ini.

Jaket jenis ini cocok untuk Kamu yang sering berolahraga lari, bersepeda, atau juga traveling dengan naik motor. Tapi jaket ini hanya dianjurkan untuk musim kemarau saja, jika musim hujan lebih baik menggunakan jaket waterproof.

Perawatan jaket windproof ini sama dengan perawtaan jaket waterproof. Sebaiknya menghindari penggunaan deterjen, tapi tetap boleh menggunakan pewangi pakaian.

Musim kemarau membuat gunung makin dingin, Kamu butuh jaket dengan tipe warm up 

jenis jaket gunung

Jaket polar /warm up cocok untuk digunakan saat musim kemarau. Sumber foto

Jaket dengan jenis warm up mungkin memang masih jarang Kamu dengar. Padahal Kamu akan sangat membutuhkan jaket jenis ini terutama saat mendaki di musim kemarau yang cenderung jauh lebih dingin.

Kamu mungkin akan merasa ironis saat tahu bahwa ternyata suhu dimusim kemarau lebih dingin. Berbalik dengan anggapan orang yang mengatakan bahwa musim kemarau panas dan kering. Ini karena pengaruh jumlah air di daratan yang berkurang, sehingga jumlah panas yang bisa dipantulkan juga sedikit. Maka itulah musim kemarau terasa lebih dingin.

Jika Kamu mendaki di musim kemarau, maka Kamu butuh jaket yang punya sistem warm up. Jaket ini akan mempertahankan panas tubuhmu agar tidak banyak yang keluar. Jenis bahan yang dimanfaatkan adalah wool dan fleece, namun dikalangan pendaki lebih terkenal dengan polar.

Polar ini juga terkadang diaplikasikan di jaket waterproof, gunanya untuk menjaga suhu tubuh dari suhu dingin dan juga terjangan hujan. Biasanya jaket dengan paduan antara gore-tex dan polar cocok digunakan di musim hujan, terutama saat cuaca di gunung kurang dari 14 derajat celcius. Kalau untuk jaket polar sendiri lebih cocok digunakan di musim kemarau.

Tak seperti kedua jenis jaket sebelumnya, perawatan jaket warm up lebih simpel

Jika kedua jenis jaket sebelumnya agak ribet dalam hal perawatan, maka tidak dengan jaket polar ini. Jaket jenis polar boleh dicuci dengan menggunakan deterjen dan juga pewangi. Boleh dijemur di bawah panas matahari langsung dan boleh dilipat saat menyimpan.

Namun jika jaket polar yang Kamu miliki juga memiliki outer bahan waterproof, ada baiknya paduan pencucian dan perawatan lebih mengacu pada jaket waterproof. 

***

Dari ketiga jenis jaket tersebut memang memiliki range harga yang berbeda. Bahkan masing-masing jenis jaket juga memiliki harga bervariasi, tergantung dengan tingkat dan kualitas bahan jaket yang digunakan. Karena jaket adalah piranti yang sangat penting, maka pilihlan jaket yang paling pas. Kamu bisa menyesuaikan penggunaan jaket dengan cuaca saat pendakian.

Jika orang bilang bahwa pendaki gunung adalah orang kere, mungkin mereka tak tahu betapa mahalnya harga peralatan untuk mendaki gunung.

 

Baca juga:

 


Tinggalkan Komentar

Komentar