Celana Terlalu Pendek, Seorang Turis Wanita Dilarang Naik Pesawat

Maggie McMuffin menggunakan celana pendek saat hendak terbang menggunakan JetBlue Airways. Namun, Ia dilarang naik karena alasan-alasan tertentu.

Desti Artanti • June 2, 2016

Adalah Maggie McMuffin, seorang wanita penari burlesque, yang dilarang ikut penerbangan domestik di AS dengan alasan yang membuatnya kaget. Maskapai JetBlue Airways yang ditumpangi Maggie beralasan, celana pendeknya tidak pantas untuk dikenakan dalam penerbangan.

celana pendek

Foto diambil dari sini

Kejadian yang terjadi pada 18 Mei 2016 lalu bermula saat wanita penari dengan nama panggung Maggie McMuffin tersebut sedang menunggu penerbangan lanjutan JetBlue dari kota Boston ke kota Seattle. Celana garis hitam putih yang Ia kenakan adalah celana sama yang Ia gunakan pada penerbangan sebelumnya. Tak ada komplain atau insiden apapun yang terjadi. Namun, Ia mendapatkan masalah di penerbangan selanjutnya dengan JetBlue tersebut.

“Awak penerbangan itu mengatakan menyesal harus menyampaikannya, tapi apa yang saya pakai tidak pantas dan para awak pesawat telah membahasnya, lalu pilot memutuskan bahwa saya harus melapisi dengan sesuatu atau tidak diizinkan naik pesawat.” Kata McMuffin.

McMuffin kemudian mencoba mencari jalan tengah, agar ia dapat mengenakan sweater untuk menutupi sekeliling pinggangnya, karena celana pendek itu adalah satu-satunya yang Ia bawa dalam perjalanan. McMuffin kemudian berniat untuk meminjam selimut dari para awak kabin. Sayangnya, permintaannya tersebut tidak dikabulkan awak kabin.

“Jika kamu tidak mengganti pakaianmu, kamu tidak akan bisa menaiki penerbangan ini.”, jawab awak JetBlue Airways.

Para awak dengan sopan meminta McMuffin apakah Ia mau mengganti pakaiannya. Ia pun setuju dan ingin meneruskan penerbangan tanpa hambatan. McMuffin mengaku ditawari pindah ke penerbangan lain, tapi ia memutuskan untuk membeli sepasang celana pendek di toko cindera mata dalam bandara supaya bisa pulang tepat waktu.

Juru bicara JetBlue Airways mengatakan melalui pernyataan, bahwa petugas gerbang dan awak kabin membahas pakaian wanita itu dan berkesimpulan bahwa celana pendek yang dikenakan itu dapat mengganggu keluarga-keluarga lain dalam penerbangan. Kemudian, lanjutan pernyataan berbunyi, “Kami mendukung keputusan para awak untuk membuat keputusan sulit ini, dan kami memutuskan untuk mengganti biaya pembelian celana pendek baru, serta menawarkan potongan harga untuk penerbangan di masa depan sebagai bentuk itikad baik.”

Pihak penerbangan JetBlue menawarkan potongan US$162 untuk penerbangan di masa depan dan penggantian US$22 untuk celana tidur yang dipakai McMuffin ketika melanjutkan penerbangan pulang ke rumah. Namun demikian, wanita itu merasa tidak cukup. Ia merasa tidak dihormati.

“Menurut saya menghina tubuh dan merendahkan seakan saya ini binal lebih parah daripada sekedar seksisme, tapi sulit menyingkirkan dua hal itu dari misogini,” katanya kepada ABC News.

McMuffin meminta permintaan maaf secara pribadi dari sang pilot, penentuan secara jelas imbauan berpakaian bagi para penumpang penerbangan dan penggantian uang tunai yang lebih besar lagi, demikian dilaporkan CBS News.

***

Dalam kasus ini, yang bisa kita pelajari sebagai turis maupun backpacker adalah soal peraturan yang diterapkan oleh maskapai. Masing-masing maskapai memiliki kebijakan tersendiri akan hal-hal yang seperti itu. Terbukti dari kasus McMuffin, tak ada masalah apapun yang terjadi pada penerbangan sebelumnya. Namun dengan pakaian yang sama, Ia justru apes tertimpa masalah.

Untuk menghindari hal-hal demikian terjadi pada perjalanan Anda, sebaiknya gunakanlah pakaian yang menutupi sebagian besar tubuh Anda. Selain untuk mengantisipasi hal-hal demikian terjadi pada Anda, suhu dingin dalam pesawat juga bisa Anda hindari dengan menggunakan pakaian yang menutupi tubuh Anda, apalagi jika Anda harus terbang selama belasan jam.

Baca juga: