Demi Misi Kemanusiaan, Scott Thompson Kayuh Becak Tembus Kabut Asap

Scott Thompson, bule asal Skotlandia ini tak berhenti mengayuh becaknya dari Aceh ke Jakarta demi anak-anak pengidap kanker di Indonesia.

SHARE :

Ditulis Oleh: Shabara Wicaksono

Foto dari becakterus

Scott Thompson, seorang asal Skotlandia ini tak bisa menyembunyikan lelah di wajahnya. Namun semangatnya masih membara. Kakinya tak berhenti mengayuh, becak tradisionalnya melaju menembus lalu lintas Kota Pekanbaru, Senin (5/10) petang.

Aksi yang dinamai Becak Terus tersebut bermula sejak 27 September 2015 lalu. Ia mengawali aksinya dari Aceh. Tujuan bule yang sudah 15 tahun menetap di Indonesia ini hanya satu; menggalang dana bagi anak-anak yang berada di empat yayasan, yakni Yayasan Cinta Anak Bangsa, Puspita, Yayasan Kanker dan Cherish Kids.

Scott terus mengayuh becaknya tiap hari dengan dua mobil dari tim yayasan yang bersiaga mengikutinya, berjaga-jaga jika terjadi hal yang tak diinginkan. Padat dan semrawutnya kondisi lalu lintas yang ia temui tak menyurutkan semangatnya. Tim yang mengawal Scott bahkan sangat takjub dan terharu melihat perjuangannya. Mereka seperti melihat sosok super hero dari diri Scott.

Ia memang mengayuh sendirian, namun sebenarnya ia tak pernah sendiri. Dukungan masyarakat di sepanjang perjalanan selalu menemani tiap kayuhannya. Hal itu pulalah yang terus membuat kaki Scott tak berhenti mengayuh.  Ia juga tak segan berhenti saat segerombolan anak kecil memanggilnya sekadar untuk bercengkrama dan foto bersama.

Setelah hari kesembilan perjalanan, petang kemarin Scott tiba di Pekanbaru melalui jalur Lintas Timur.

 

Menembus tebalnya kabut asap demi anak-anak pengidap kanker

Pekanbaru, kota yang sedang dikepung kabut asap. Matanya memerah terpapar asap tebal. Tapi ini bukan alasan untuk berhenti. Aksi tetap berlanjut.

Scott memilih untuk segera menggunakan masker. Ia sempat mengalami gangguan pernafasan dan iritasi mata akibat polusi kabut asap kebakaran lahan dan hutan yang sudah level “Berbahaya” di Provinsi Riau.  Meski sadar bahwa kondisi udara berbahaya, tekad Scott untuk tetap melanjutkan misi kemanusiannya tetap bulat.

Wawan, salah seorang anggota tim bercerita jika target perjalanan kemarin adalah sepanjang 120 kilometer dan Scott menargetkan jarak yang sama hari ini (6/10) meski jalur  lebih berat karena kontur jalan yang mendaki dan menurun. Belum lagi asap tebal yang membuat napas sesak sehingga stamina lebih cepat terkuras.

Aksi kemanusiaan seperti ini bukan kali pertama bagi Scott. Sebelumnya pada 2010, Scott melakukan aksi lari di tengah panasnya pasir di Gurun Sahara, Mesir sepanjang 260 km. Kemudian pada 2012, Scott kembali menggelar aksi bertajuk Berlari Terus dari Bali hingga Jakarta. Semua dilakukan murni demi anak-anak Indonesia.

Destinasi terakhir mereka adalah Ibukota, Jakarta. Dana yang terkumpul dari perusahaan donatur dan sumbangan lainnya akan diberikan kepada empat yayasan yang memfasilitasi kegiatan tersebut. Target sumbangan yang ingin dikumpulkan 1 juta dolar AS. Hingga hari ini, penggalangan dana tetap berlangsung.  Jika kalian berminat memberikan donasi, sila berkunjung ke becakterus.com

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU