Berwisata Sambil Mengintip Dapur Getuk Legendaris Khas Magelang

Cobalah berkunjung ke pabrik salah satu getuk yang tersohor di Magelang. Pabrik Getuk Marem, yang terletak di Jalan Beringin II, Magelang

Shabara Wicaksono • December 16, 2016


Berkunjung ke Magelang, sepertinya belum afdhol jika Anda belum mencoba atau membawa pulang getuk. Panganan khas Magelang tersebut banyak tersedia di sentra oleh-oleh di Magelang dan sekitarnya.

Memilih getuk mana yang bagus untuk dibawa pulang tentu harus mencoba dan tahu kualitasnya. Bagaimana jika Anda bisa melihat proses produksinya mulai dari pemilihan bahan baku hingga siap Anda santap?

Cobalah berkunjung ke pabrik salah satu getuk yang tersohor di Magelang. Pabrik Getuk Marem, yang terletak di Jalan Beringin II, Tidar Krajan, Magelang.

Getuk yang sudah halus dipilin menjadi panjang dan dipotong-potong

Getuk yang sudah halus dipilin menjadi panjang dan dipotong-potong kecil sebelum disatukan menjadi empat lapis.

Dari alun-alun hanya 15 menit, dan dari Akademi Militer hanya menempuh waktu lima menit, lewat Jalan Jendral Sudirman lalu ke Jalan Soekarno Hatta, kemudian ambil kiri di Jalan Beringin.

Dari depan terlihat sebuah toko sentra oleh-oleh cukup besar, dengan logo Getuk Marem di depannya. Ya disini selain Anda dapat berbelanja oleh-oleh, juga dapat melihat pembuatan getuknya.

Pelauan yang berseragam merah di pusat oleh-oleh akan mengantar Anda jika ingin melihat proses produksi getuk yang cukup tersohor ini. Pemiliknya yang merupakan generasi ketiga, Rully Handayani pun menyambut rombongan wisatawan yang kala itu berkunjung dalam rangka Fam Trip Festival Tidar 2016, Sabtu (10/12/2016).

Terlihat dua orang sedang menaruh singkong segar dari perkebunan di alat timbang. Ternyata keduanya ialah petani dari Candi Mulyo yang langsung menyuplai singkongnya seusai panen kesini.

Rully menjelaskan setiap harinya semua petani mitranya mengantar dan menimbang sendiri hasil kebunnya. Ia pun memprioritaskan petani mitranya di Candi Mulyo, selain karena kulitas singkongnya, juga sejak zaman generasi pertama singkongnya berasal dari sana.

Ia pun mengantarkan wisatawan ke proses selanjutnya yaitu pengupasan dan pengukusan. Singkong dikupas manual dengan alat pengupas. Setelah itu di cuci bersih sebelum dikukus dalam panci yang besar, satu panci memuat tiga kilo singkong. Dua panci besar yang ada di ruang samping tersebut dijaga satu orang yang bertugas mengatur api dan menetapkan waktu.

“Singkong dikukus selama empat jam dengan api yang pas, agar tercipta tekstur yang lembut tapi tidak pecah, juga pastinya awet tanpa bahan pengawet,” ujar Rully pada wisatawan.

Setelah diangkat dari panci, singkong di tumbuk kasar dan ditimbang oleh karyawan yang bertugas mentakar setiap bahan-bahan gatuk. Menurutnya, salah satu kunci citarasa getuk ini juga ada komposisi campuran bahan, ada gula, perasa, pewarna, hingga aroma.

Setelah itu wisatawan masuk ke ruang produksi utama yang paling besar, karyawan disana merupakan yang terbanyak dari tiap prosesnya. Begitu tiap bahan tercampur, langsung dimasukan ke mesin penggiling. Bahan getuk mengalami tujuh kali proses penggilingan disini.

Rully mengatakan, proses tersebut harus memastikan semua bahan tercampur secara merata, sehingga taka da gumpalan-gumpalan bahan tertentu. Mesin giling yang panas mengharuskan bahan getuk ditiriskan terlebih dahulu sebelum dicetak dan dibungkus.

Bahan getuk mengalami tujuh kali proses penggilingan.

Bahan getuk mengalami tujuh kali proses penggilingan.

Satu warna atau satu rasa getuk sendiri memiliki mesin giling khusus yang tak boleh tertukar. Jadi, dalam ruang penggilingan tersebut ada tiga mesin giling untuk rasa susu, coklat, dan strawberry.

Sampailah wisatawan ke proses terakhir sebelum getuk di distribusikan ke Magelang dan kota-kota sekitarnya. Getuk yang sudah halus dipilin menjadi panjang dan dipotong-potong kecil sebelum disatukan menjadi empat lapis.

Hasil produksi getuknya tersebut, akan tahan lama diluar lemari pendingin selama lima hari. Sehingga aman untuk dibawa ke luar pulau Jawa menjadi buah tangan.

Setiap harinya, pabrik ini minimal memproduksi 200 box getuk, sedangkan jika libur panjang atau perayaan besar bisa berkali-kali lipatnya. Rully mendistribusikan getuknya ini selain ke Magelang, juga ke sentra oleh-oleh di kota Solo, Jogja, dan Kutoarjo, tentunya dengan nama yang sama Getuk Marem khas Magelang.

Anda tak perlu ragu lagi dengan Getuk Magelang setelah mengintip proses produksinya, selain itu juga bebas menanyakan apapun untuk meyakinkan kualitas getuk ini.

***

Artikel yang kamu baca adalah hasil kerja sama antara Phinemo dan Tribun Jateng


Tinggalkan Komentar

Komentar