Bagasi Pesawat Kini Lebih Aman dengan Teknologi Terbaru

Bagasi pesawat saat ini menjadi tempat yang rawan dari pencurian dan kehilangan karena salah penanganan. Kini teknologi terbaru akan membuatnya lebih aman.

Wike Sulistiarmi • April 29, 2016

bagasi-pesawat

Foto diambil dari sini

Tas dan koper menjadi barang wajib agar bisa maksimal menikmati setiap perjalanan saya. Termasuk Anda tentunya.

Namun, sebagai barang yang wajib dibawa saat traveling, kadang banyak traveler mengaku pernah kehilangan tas saat mereka traveling. Ada yang dicuri atau malah ketinggalan dan akhirnya hilang. Jika saat menggunakan kendaraan pribadi, mungkin tas yang kita bawa akan baik-baik saja. Namun saat menggunakan transportasi umum hal semacam ini tidak bisa diprediksi.

Begitupun saat menggunakan fasilitas transportasi udara. Banyak traveler yang mengaku pernah kehilangan koper dan tas mereka, adapula yang mendapati adanya kerusakan dan salah penanganan. Masalah penanganan tas di bagasi pesawat yang kurang diperhatikan inilah awal mula adanya kehilangan dan kerusakan koper dan tas.

Diperkirakan ada sekitar 65 dari seribu koper yang salah penanganan di tahun 2015. Penanganan tas ini memicu masalah kehilangan dan kerusakan koper ini membuat para pelaku industri transportasi udara menjadi lebih waspada dan meningkatkan pelayanan agar tas dan koper tidak tertukar, hilang atau rusak di bagasi pesawat.

Dengan adanya peningkatan pelayanan keamanan dengan teknologi masa kini di tahun 2016, tercatat adanya penurunan kasus kerusakan dan kehilangan sebesar 10,5%.

Meskipun adanya salah penanganan juga sering dilakukan, namun kesalahan ini cenderung menurun dengan peningkatan teknologi, terutama kemampuan untuk melacak barang-barang.

Francesco Violante, CEO perusahaan teknologi udara SITA, mengatakan: “Selama tiga tahun ke depan, pelacakan tas akan lebih diperhatikan, ini berarti bahwa penumpang akan dapat melacak tas mereka, seperti paket, yang akan mengurangi kecemasan dan memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan cepat jika penerbangan terganggu dan tas mereka tertunda.”

SITA sendiri akan melengkapi bagasi pesawat dengan self service di 40% maskapai dan bandara di seluruh dunia di tahun 2018.

Francesco Violante mengatakan bahwa meskipun sudah terjadi penurunan kehilangan tas hingga 3,75% dari 2014, jelas bahwa ini harus tetap menjadi area fokus untuk industri penerbangan. Pengalaman penumpang adalah yang terpenting dan meningkatkan penanganan bagasi akan memberikan perbaikan bagi penumpang bersama dengan penghematan biaya.  Pasalnya, adanya kehilangan tas di bagasi pesawat ini telah menghabiskan dana sebesar $ 2,3 miliar pada tahun lalu.

Anda sebagai penikmat perjalanan udara tidak usah khawatir lagi dengan adanya kehilangan atau kerusakan tas dan koper di bagasi pesawat.

 

Baca juga: