7 Hal Tak Terlupa Saat Terdampar di Pulau Ular, Pulau Terluar Indonesia

Terdampar semalam di Pulau Ular, salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Jember Jawa Timur, memberi banyak pengalaman baru

Achmad Taufik • November 4, 2015

Berawal dari niatan ingin merasakan sensasi memancing ikan di perairan laut selatan yang terkenal dengan keganasan ombaknya, saya bersama Sahabat Ngebolang akhirnya menjatuhkan pilihan pada Pesisir Puger Kabupaten Jember.

Dan inilah awal mula kami  terdampar semalam di Pulau Ular (Pulau Nusa Barong), pulau tak berpenghuni dan pulau terluar di Indonesia.

 

1. Melintasi ‘Pelawangan Maut’ di Puger

pulau ular

Foto oleh Achmad Taufik

Syarat pertama yang harus kamu lalui jika ingin berkunjung ke Pulau Ular melalui Pesisir Puger, kamu harus melewati Pelawangan. Biasanya nelayan Puger menyebutnya dengan ‘Pelawangan maut’. Tak ada hubungannya dengan dunia mistik hanya saja pelawangan yang merupakan salah satu pintu keluar masuk nelayan puger untuk menangkap ikan di perairan puger ini sudah banyak menelan korban gara-gara terjangan ombaknya. Ketika cuaca tidak bersahabat terkadang tinggi ombak di pelawangan bisa mencapai tinggi sekitar 2 meter bahkan lebih dari itu.

 

2. Menikmati keindahan Teluk Jeruk yang mirip Ranu Kumbolo

Pulau ular

Foto oleh Achmad Taufik

Perjalanan dari Pelawangan Puger menuju Pulau Ular hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit, itu jika arus ombak bersahabat, jika sednag ganas bisa melebihi perkiraan waktu.

Pulau Ular masih merupakan kawasan konservasi. Biasanya para nelayan menggunakan Pulau Ular untuk berlindung ketika ombak mulai tak bersahabat, sama dengan nasib kami waktu itu.

Satu hal yang menarik perhatian saya, di pulau ini terdapat satu titik bernama Teluk Jeruk yang biasa digunakan sebagai tempat istirahat nelayan. Jika kamu amati, Teluk Jeruk hampir mirip dengan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Air laut di sini masih jernih, gradasi warnanya menenangkan hati.

 

3. Baru sadar, betapa eksotisnya Pulau Ular 

pulau ular

Foto oleh Achmad Taufik

Karena kami memang berencana untuk memancing, kami segera mencari lokasi mancing yang banyak terdapat di Perairan Puger jadi kami keliling-keliling Pulau Ular.

Dan ternyata, kami menemukan banyak hal menarik di sini. Kamu wajib coba keliling pulau yang tak berpenghuni ini, indah tebingnya tak kalah dengan Pantai Phang Nga Bay di Thailand. Jika beruntung, kamu akan menemukan sekawanan lumba-lumba yang bermain di lautan dengan riang.

 

4. Mendapat pengalaman berbeda menikmati matahari terbenam

pulau ular

Foto oleh Achmad Taufik

“Banyak Jalan Menuju Roma” , pepatah yang sering terdengar di bangku akademik. Sama juga dengan yang satu ini, saat tak bisa menikmati sunset di tepi pantai atau dari atas puncak gunung, mendapatkan keindahannya dari  atas perahu dengan ombaknya yang bisa dibilang sedikit mengkocok perut, sensasinya pun tak kalah saya pikir. Selalu ada banyak cara untuk menikmati keindahan alam bukan?

 

5. Menembus belantara pulau tak berpenghuni

pulau ular

Foto oleh Achmad Taufik

Pulau Ular dahulunya merupakan pulau basis pertahanan perlawanan masyarakat Indonesia ketika berjuang melawan penjajah asing. Saat tiba di pulau, kami mencoba untuk masuk lebih dalam ke hutan belantara yang tak jauh dari Teluk Jeruk.

Di perjalanan terkadang kita menemukan burung-burung liar yang dengan cuitannya yang menenangkan batin, kawanan kera dan kami cukup beruntung menemukan ular biru di ranting pohon.

Jarak satu kilometer dari Teluk Jeruk, kamu akan menjumpai cungkup makam sederhana yang dibangun oleh masyarakat Puger. Makam di tengah hutan Pulau Ular itu adalah makam Mbah Sindu, tokoh penting di kalangan masyarakat Puger.

 

6. Mencekamnya suasana malam

pulau ular

Foto oleh Achmad Taufik

Suasana malam di Pulau Ular ini cukup mencekam, namun saya menikmati sensasi ini. Memacu adrenalin, seru.

Kalau malam mulai tiba, di Pulau Ular suara hewan saling bersahutan/ Untung saja ada beberapa nelayan yang tengah beristirahat di Teluk Jeruk jadi kami banyak kawan. Momen yang paling kami ingat, adalah ketika makan dan tak ada nasi sedikitpun, kami bakar ikan hasil tangkapan sebagai pengganjal rasa lapar. Benar-benar pengalaman hidup tak terlupa. 

 

7. Keindahan bawah laut yang tidak kalah dengan Wakatobi

pulau luar

Foto oleh Achmad Taufik

Saat membuka mata di pagi hari, kami menemukan Teluk Jeruk yang mulai surut dan kamu tahu apa yang kami temukan? Alamak ciamik soro! Keindahan terumbu karang yang sungguh sangat memanjakan mata.

Saat awal menginjakkan kaki di Teluk Jeruk kami tak sadar kalau di bawah lautnya menyimpan keindahan alam yang bahkan tak kalah dengan Wakatobi. Sayang kami tak membawa peralatan snorkeling.

 

Tips menuju Pulau Ular

pulau ular

Foto oleh Achmad Taufik

Menuju Pulau Ular, kamu bisa melalui Tanjung Papuma dengan menggunakan kapal milik nelayan. Untuk jalur yang dekat kamu bisa melawati Pesisir Puger menggunakan sarana transportasi yang sama. Untuk biaya ke Pulau Ular siap-siap merogoh kocek berkisar antara Rp.1.500.000 – Rp.2.500.000. Info yang kami dapat dari nelayan Puger, usahakan untuk menawar harga.

Cari informasi cuaca hari itu, cukup berbahaya pergi saat ombak tinggi. Dan hal yang paling penting, tempat ini masih masuk dalam kawasan konservasi,  jadi jika kamu mau berkunjung jangan sekali-kali nyampah di sini dan juga jangan bawa apapun dari pulau ini kecuali foto!

Rekomendasi