5 Hal yang Harus Kamu Tahu Jika Akan Mendaki Rinjani Via Sembalun

Baca ini sebelum kamu mendaki Gunung Rinjani via Sembalun

Ilham Firdaus • November 3, 2015

Siapa yang tak kenal Gunung Rinjani? Gunung yang tersohor hingga ke mancanegara sebagai salah satu gunung tercantik di Asia.

Namun, sebelum mendaki Rinjani -dalam hal ini yang saya bicarakan adalah jalur Sembalun- ada beberapa hal yang harus kamu tahu.

 

1. Bersiap bertarung melawan teriknya matahari di padang savana

mendaki rinjani via sembalun

Foto oleh Ilham Firdaus

Berbeda dengan jalur Senaru yang bermedan hutan belantara, mendaki lewat jalur Sembalun akan melewati padang savana yang seakan tak ada habisnya. Pengalaman seperti ini akan jarang didapat mengingat gunung-gunung di Indonesia kebanyakan didominasi oleh hutan hujan tropis sepanjang jalur pendakian.

Jangan lupa untuk membawa perlengkapan seperti topi, sunblock, dan lebih baik mengenakan pakaian dan celana panjang karena dengan medan seperti ini kamu akan sangat jarang menemukan pohon besar untuk berteduh. Apalagi jika mendaki di musim kemarau, bisa membuat kulit terbakar sebab dibutuhkan waktu berjam-jam untuk melewati savana -dari Sembalun Lawang sampai pos 3 adalah padang savana.

Persiapkan juga air minum yang cukup. Karena meskipun medan yang dilalui tidak terjal tetapi mendaki di bawah teriknya matahari secara langsung akan membuat tubuh cepat dehidrasi.

 

2. Kamu akan bertemu kera-kera yang meminta makanan

mendaki rinjani via sembalun

Foto oleh Ilham Firdaus

Di pos 3 atau di Plawangan Sembalun biasanya banyak kera menghampiri untuk meminta makanan. Kadang mereka tak ragu untuk mencuri makanan para pendaki, sekalipun itu di dalam tenda. Disarankan untuk menyimpan logistik perlengkapan dan perbekalan dengan benar ketika Summit Attack. Dengan kondisi tenda yang kosong, bukan tidak mungkin kera-kera itu mencuri makanan di dalam tenda.

 

3. Bukit Penyesalan akan benar-benar menguji mental dan fisik

mendaki rinjani via sembalun

Foto oleh ilham Firdaus

Mendaki Rinjani via Sembalun, selepas pos 3 akan dihadapkan pada medan yang cukup berat. Bukit Penyesalan namanya. Terdapat 7 bukit yang harus di daki sebelum sampai di pos terakhir, Plawangan Sembalun.

Bukit ini seolah bak ujian yang akan merobohkan fisik dan menghancurkan mental. Diperlukan fisik yang kuat dan ketangguhan mental untuk bisa mendaki Bukit Penyesalan yang memiliki medan yang menanjak dan terjal ini sampai ke ujungnya.

 

4. Siapkan tekad pantang menyerah untuk mendaki ke puncak

mendaki rinjani via sembalun

Foto oleh Ilham Firdaus

Padang savana adalah permulaan dan bukit penyesalan ibarat pre-test, karena ujian sesungguhnya adalah ketika summit attack. Memulai dari Plawangan Sembalun dengan ketinggian 2900 mdpl, masih membutuhkan sekitar 826 mdpl lagi untuk mencapai puncak.

Usahakan mendaki se-dini hari mungkin dan sampai puncak setelat-telatnya selepas sunrise. Karena jika masih di perjalanan ketika matahari sudah di atas kepala, itu layaknya kombinasi dari panasnya matahari kala di padang savana dan terjalnya tanjakan di bukit penyesalan. Meskipun saat summit attack tidak membawa beban yang banyak, tapi tetap terasa berat karena udara semakin tipis untuk bernapas.

Tidak sedikit pendaki yang gagal ke puncak dan memutuskan untuk kembali di tengah perjalanan. Selain perlu fisik dan mental yang mumpuni, dibutuhkan pula tekad pantang menyerah untuk bisa menggapai Puncak Rinjani. Sebab perjuangan tersebut akan terbayar oleh keindahan panorama yang disajikan di atas sana.

 

5. Menikmati pagi yang indah di Plawangan Sembalun

mendaki rinjani via sembalun

Foto oleh Ilham Firdaus

Setelah mendaki ke puncak, istirahatlah semalam sebelum dilanjutkan keesokan harinya untuk pulang atau mengunjungi Danau Segara Anak. Sebab pagi hari di Plawangan Sembalun sangatlah indah. Suhu yang dingin akan digantikan oleh kehangatan saat matahari terbit. Sambil menikmati secangkir kopi, mengobrol bersama teman dan melihat Danau Segara Anak akan membuat pagi hari terasa istimewa.


Tinggalkan Komentar

Komentar